Pengumuman

Just to inform you all that gue skarang taruh a new page link di atas. Yaitu ‘How I met my Two Lovers’. Those postings yang paling banyak dibaca sama pembaca blog gue. Please have a read if you haven’t done so. :)

Perfect and Sovereign Will

‘Seks dengan Anak Kecil’

Hi all my blog readers and friends, ini ttg major changes in my blog.

From now on, gue akan ada blog posts yg hanya bisa diakses pake password. Mostly the ones ttg Aiden yg ada poto or video2nya. I will explain the reason below. So the people who will have access to my password-protected blog posts are those yg gue bener2 kenal. Please ask me for the password if you want to read.

At first, gue damai sejahtera aja taruh2 poto Aiden dll di blog gue. Then sejak post gue yang berjudul, “Saya sudah ga perawan di usia skolah” membludak, I saw a big jump in search term in particular topic. Maksudnya, di dashboard blog gue kan gue bisa liat search term apa aja yang digoogle ama orang2 yg bikin my blog comes up di search result mereka. And for the past few months sejak my blog post yg ttg perawan itu di publish, a worrying trend mulai keliatan. Most, I really mean, MOST, search term yg let people came to my blog is ‘cerita seks perawan’, ‘cerita perawan’, dan sebangsanya. Below is a screenshot of what I mean.

Ini screenshot gue ambil dari dashboard blog stats gue. Statistic sejak setaun terakhir. Please look at those search terms yg gue highlight.

search term

 

So yah, there you go. Seems like my blog now attracting dunno what kind of people… It is a worrying thought that these kind of ‘sick’ people came to my blog and gue ga damai sejahtera ada poto2 Aiden tertampang diblog gue.

Ini membuktikan smakin bobroknya dunia ini. Orang dewasa melihat anak2 sebagai obyek seks. Sangat menyedihkan. Mungkin gue menyinggung beberapa orang karena gue bilang ‘sick people’, tapi bukankah itu benar? You guys are sick. You need treatment. Buat mereka yg baca ini, yg come to my blog because of kalian search ‘seks dengan anak kecil’ dan sebangsanya. Come on, what happened? You want to have sex with children? Dan mungkin beberapa dari kalian berpikir untuk memperkosa? Gue kagak tau mau komen apa lagi selain, kalian butuh Yesus. Kalian butuh Tuhan. Dia yang akan menjawab pertanyaan2 mu, ketakutanmu, kebingunganmu. Dia akan membantumu. Gue tau jauh didalam hati nurani kalian (gue tau pasti masih ada), kalian tau bahwa yang kalian lakukan ini ga bener, tapi kalian ga punya kekuatan untuk mengatasinya, you dont have any control over it. Gue cuma bisa kasih satu jawaban. Cari Tuhan, cari Yesus. Kalian akan menemukan jawabannya disana. Seperti bagaimana Dia menjawab keterikatan gue dalam pornografi dan masturbasi waktu dulu banget. Seperti bagaimana Dia melepaskan gue dari segala keterikatan itu. Sekarang hidup gue udah jauh berubah. Ada damai sejahtera, ga ada yg perlu ditutup2in takut ketahuan orang. There is freedom in the Lord. Dan ini juga buat kalian semua.

Jesus loves you and He wants to set you free. Come to Him and you will not thirst anymore.

(PS: I’m guessing akan ada komen2 anonymous yg masuk, either bashing me or asking for help. We’ll see. I will not approve komen2 yg ga jelas anyway..)

Heal the wound, leave the scar

(Article ini dimuat di Majalah Pearl edisi April-Mei)

The verse for this article is: “Praise the LORD, O my soul, and forget not all his benefits– who forgives all your sins and heals all your diseases, who redeems your life from the pit and crowns you with love and compassion” (from Psalm 103 : 2-4)!

Bagi mereka yang sudah sering baca majalah Pearl dan baca blog gue, pasti sudah tau cerita kehidupan gue. Buat mereka yang belon tau, gue kasih ringkasannya aja dulu ya. So, gue dulu sebelon bertobat, pernah di abuse sexually sama pacar pertama. Gue harus melayani dia dalam sex, if I refused, he would threaten to hit me. To cut the story short, akhirnya gue bisa lepas dari dia dengan susah payah. Tapi setelah itu, kehidupan gue jadi hancur, gue terlibat hubungan sex dengan cowo2 laen, ngobat, clubbing, berusaha bunuh diri dll. Semuanya karena gue ngerasa ga ada gunanya idup lagi didunia ini, jadi gue merusak diri sendiri karena ga merasa diri gue berharga dan gue udah ga peduli dengan semuanya.

Setelah gue bertobat, gue mulai bersaksi ttg masa lalu gue. Sewaktu gue masih single pun, gue udah bersaksi di depan banyak orang bagaimana gue kehilangan keperawanan dan bagaimana Yesus menyembuhkan hidup gue. Ga mudah karena gue masih single tapi gue terbuka bahwa gue udah ga perawan.

Ada suatu saat dimana gue lagi bersaksi didepan anak2 sekolah, yg jumlahnya bisa sekitar 800 murid di satu aula. Dan salah satu murid berkomentar, bahwa dia ga mau punya cewe yg tidak perawan karena yg artinya itu cewe bekas. Sakit banget sebenernya hati gue saat itu. But you know what kept me going? Ga gitu lama setelah kejadian itu, ada satu cewe SMP yg menghampiri gue and mengaku bahwa dia udah ga perawan gara2 waktu SD di perkosa. Dan ga ada yang tahu itu. Dan dia memberanikan diri menghampiri gue sambil bercucuran air mata. Gue percaya saat itu adalah langkah pertama dia mengalami pemulihan. I took comfort in knowing that kesaksian gue juga membongkar kebusukan2 iblis. Gue bener2 benci sama iblis yang memakai seks buat merampas masa depan orang, terutama cewe2. Saat itu gue ngerasa, kalo memang hati gue harus hancur, dibilang sebagai cewe bekas tapi gue bisa nyelamatin satu cewe aja, itu cukup buat gue. That was comforting enough for me. That kept me going.

Gue inget waktu pertama kali gue bertobat di tahun 2002, ada seorang pastor yg punya karunia nabi yang doain gue, dia bilang gini, “Tuhan mau menggunakan masa lalumu untuk kemuliaan-Nya.” Padahal si pastor ga kenal gue. Waktu itu gue ga gitu ngerti, tapi sekarang gue benar2 mengerti. Nubuatan itu menjadi salah satu yg memicu gue untuk tetap maju terus bersaksi meskipun ada orang2 yg anggap gue cewe bekas dipake. Then di tahun 2008, setelah gue kesaksian di sekolah2, ada seorang pastor lagi yg bernubuat, “You and your partner will be spiritual parents for the broken. You both will reach multitude of people.” Nah gue dulu sempet lumayan GR, gue pikir wah multitude nih. Apa gue bakal kayak joyce meyer gitu ya. Yg berceramah di depan ribuan orang hahaha. Tapi ternyata Tuhan punya rencana lain. Gue baru ngerti ‘multittude’ yang dimaksud Tuhan. Yaitu lewat blog.

Setelah gue menikah, gue baru mendapat conviction to write my past in my blog. Saat itu blog gue udah lumayan banyak pengikut karena gue tulis cerita pertemuan gue dan suami, gimana Tuhan membimbing gue etc, tapi gue ga pernah blak2an tulis tentang masa lalu. Setelah gue tulis (yg berjudul how I met Him and Darah Perawan), ga sedikit orang2 yang gue ga kenal message buat curhat. Ga hanya cewe, cowo pun juga. Dengan bermacam2 versi masa lalu dan juga pergumulan mereka.

Ga sedikit cewe2 yang kontak gue and cerita kalo mereka sudah terjebak dalam seks bebas, termasuk di dalam kalangan gereja mereka sendiri. Gue asli gregetan, bukan gregetan sama cewe2 ini. Tapi sama iblis. I hate him with passion. Berani2nya dia utak-atik anak2 Tuhan, berani2nya dia menodai gereja Tuhan. But well, it is because our nature of sin that makes us fall into temptation. Dan iblis tau banget soal itu, dan dia gunain itu sebagai senjatanya. Itulah knapa gue buka terang2an masa lalu gue, his lies, his wicked plan and also His restoration. Misi gue adalah untuk membongkar kebohongan-kebohongan iblis buat mereka yang sudah jatuh dalam dosa seks dan memberitakan KEBENARAN!

The truth is:
We are free, we are redeemed, we are dead from our sins and rise again as Christ has risen. No power can stand against Him. The devil can only lie. Be angry at the devil!

Selain itu, sekitar 5-6 taon yang lalu gue juga pernah mimpi yang jelas banget. Dan gue percaya mimpi ini dari Tuhan, karena benar2 berbicara sama gue.

Di mimpi itu, gue berada di luar suatu ruangan yg besar, dan ada jendelanya jadi gue bisa liat apa yang terjadi didalam. Gue liat banyak sekali cewe2 didalam ruangan itu. Dan di langit2 ruangan itu ada banyak pipa2. Dan yg keluar deras dari pipa2 itu adalah acid. Dan cewe2 yg dibawah semua tersiram acid dari pipa2 itu dan semuanya pada teriak-teriak kesakitan. Pokoknya pemandangan yg mengerikan, cewe2 ini di torture, kulitnya terbakar oleh acid sampe mengelupas. Dan ruangan ini penuh dengan teriakan2 kesakitan. Terus gue liat diluar ruangan itu ada orang pakai baju item yang berdiri di dekat keran yang switch the acid on and off. He saw me, when I met his eyes, I was so scared that I ran out of the room. Gue terus lari, dan tiba2 gue liat didepan gue ada dua jalan keluar.

Satu adalah jalan yang luas, besar dan kosong ga ada2 nya. Persis disebelah jalan besar itu ada koridor sempit yang langit2nya ada pipa2 yang ngucurin acid, sama persis ama yg diruangan sebelumnya. Tapi di sejajaran pancoran acid itu ada ember2 yang berisi air. Nah lucunya, didalam mimpi itu, gue ga ambil jalan besar itu. Jalan yg plong dan keliatan aman. Tapi gue malah milih lewat koridor yang penuh acid.

Dan tiba2 ada seorang cewe didepan gue and dia tunjukin ke gue gimana ngelewatin koridor itu. Dia ambil tuh ember isi air dan ditumpahin airnya ke badan dia, lalu dia lewatin cucuran acid. Jadi setiap kali dia melewati cucuran acid, dia siram badannya dengan air di ember itu. Dan dia ajarin gue untuk ngelakuin yang sama. Cucuran acid itu sama sekali ga nyakitin kita because of the water that covers our skin.

Terus gue bangun, dan mimpi itu jelassss banget dipikiran gue sampe gue nanya Tuhan apa artinya. Dan Tuhan bukain…

Ruangan dimana cewe2 itu berada, itu seperti keadaan didunia sekarang. Di dalam alam roh, iblis menyiksa para wanita, bikin cewe2 ini kesakitan di dalam roh mereka. Mereka menderita, mereka berteriak kesakitan, mereka berdosa, dan mereka ga bisa dan ga mampu keluar dari dosa2 seksual mereka. Laki2 yang pake baju item diluar ruangan itu menggambarkan iblis  dan dia yang punya kuasa untuk menyakiti para wanita tadi ,membuat mereka menjadi budaknya, membuat mereka ga berdaya.

Nah abis gitu ada dua jalan kan. Jalan besar dan jalan kecil. Ternyata ini adalah tentang panggilan gue. Knapa gue ga milih jalan yg besar dan keliatan aman itu? Ternyata jalan itu menggambarkan, kalo gue ambil jalan itu, emang aman tentram rasanya, tapi somehow, ada kekosongan di sana, karena jalan itu gedeeee banget but it just feels so dead, ga ada apa2. Kalo gue ambil jalan itu, jalan idup gue akan begitu2 saja. Kosong.

Nah kalo jalan yang satunya, kecil dan penuh acid. God was telling me something through this little corridor. Waktu gue ambil jalan penuh ancaman ini, membongkar rahasia iblis dll. Emang ga bakalan gampang, but Tuhan udah kasih tau caranya untuk melewati bahaya. Ingat ember air yang ada disepanjang cucuran acid? Itu Tuhan bilang as my protection. Gue ga perlu takut, karena ada ember2 air yang akan covers my skin. Air itu melambangkan Roh Kudus. I just need to be soaked in the Holy Spirit, and He will cover me from all evil.

Isn’t that awesome??? God is GREAT!! Seperti di firman Tuhan bilang,

Matthew 7:13
“Enter through the narrow gate. For wide is the gate and broad is the road that leads to destruction, and many enter through it.”

Jalannya Tuhan adalah jalan yang sempit, yang ga semua orang mau laluin.

So yah, mimpi itu jadi salah satu yang mendorong gue untuk terus maju ‘wearing my scar’.

Seperti yg gue udah cerita, ada orang2 yang butuh mendengar kesaksian gue, tapi juga ada orang2 yang mempunyai pandangan lain. Ada juga yg merespon dengan shock, kayak ga percaya, ada yg ga berani mendekati gue sehabis gue kesaksian di depan umum atau di suatu event, ada juga ibu-ibu yang memandang gue dengan pandangan matanya seperti bilang ga sepatutnya gue ada disana.

Kejadian yg paling recent terjadi seminggu lalu.

Beberapa bulan lalu, gue ada nulis blog soal tes keperawanan, dimana gue bikin surat terbuka buat pemimpin2 yang mau ngadain tes keperawanan. Disana gue tulis sisi dari mereka yang sudah hilang keperawanannya, termasuk gue. Gimana tes itu akan membawa pengaruh buruk dll. Ga disangka, tulisan gue itu membludak, di share ama banyak orang. Dari situ juga banyak cewe2 yang gue ga kenal, menghubungi gue, curhat ttg macem2.

Ada juga beberapa komen yang masuk, dan bahasanya tidak mengenakan. Ada yang malah menuduh gue seperti iblis, ada yang komen gue cewe murahan, ada yang bilang salah sendiri gue bego dulunya mau kehilangan keperawanan etc. Banyak deh macem2 komen. Tapi gue selalu inget perkataan pastor gue dulu. Waktu gue baru mulai sering kesaksian di seminar, pastor ini bilang ke gue, “akan selalu ada dua group of people when they heard of your testimony. Satu group adalah the broken, the people who need you. Group satunya lagi adalah mereka yg akan menghakimi.”

Yah so I’m aware, selama gue ngejalanin panggilan gue ini, akan selalu ada dua group of people. And I don’t care about the second group of people. Peduli amat mereka mao menghakimi gue gimana. My past is behind me. And I stand for my testimony. I’m the living proof that God heals and restores.

Yes, I was wounded badly before in my past. But I’ve decided to wear my scar and let other people see because I see the hopelessness of those yang sudah kehilangan keperawanan. Or yang lagi bergumul ttg seks. Some of these women ga bisa melihat kalo ada masa depan bagi mereka. Mereka kecewa sama diri sendiri, orang lain, rendah diri, malu dll dan yang terburuk adalah mereka ga bisa keluar dari lingkaran seks bebas. Mereka tahu itu bukan kehendak Tuhan, tapi mereka ga punya kekuatan untuk keluar karena setan terus membohongi mereka.
Again, I’m the evidence that God is real. I’m the proof (among so many out there) that God gives a future for His children.

I’m the proof that in spite of my sins, God forgave and entrusted me with a godly husband and son. And now together as a family, we are serving Him.

I see girls who are restored from their sexual sins, and now they are serving the Lord. Not easy for them, some of them still struggle but God is faithful. Salah satu dari mereka yang gue mentoring jarak jauh, (gue kenal dia tiga taun lalu saat dia baca blog gue dan dia komen) akhirnya mengalami pemulihan, dan dia akan menikah dengan anak Tuhan beberapa bulan lagi.

Another girl was beyond depressed, she was actually possesed, tried to kill herself a couple of times, sometimes she laughed by herself without reason, then the next second she cried and wailed. When I met her, she couldn’t focus. She kept twisting the Word of God that we asked her to read. So, kita adain doa pelepasan. And after few hours of consultation, she finally decided she wanted to get baptised and now, she is in the process of healing.

Those are what makes me joyful. To see how God’s children are healed, restored, begin their new life again with God. To show them hope in God is never in vain. The cost of wearing my scars is NOTHING compared to the joy I get, knowing people are released and bondage are broken, and the lying devil is defeated!

Yes, the wound healed, it didn’t hurt me anymore. But of course, the scars are still there. But I wear my scars proudly because when people see my scars, they will know Jesus is my healer and my redeemer.

 Do not be ashamed of your battle scars because that is the proof that God is great and devil is a liar.

You might ask, what enables me to do all these?

Because God have spoken.

When God speaks, there is power to do the impossible crazy things.

Don’t give up. Your Promise Land is nearer than you think. Your attitude will determine how fast you will get out from your desert and reach that Promise Land.

 

 

Growing Aiden 5

Aiden sekarang udah umur 3 taon. Smakin asik maen ama dia, karena dia udah smakin improve in his communication. Udah bisa arrange words to make sentences. Kadang2 bisa ngelucu juga dia. Kayak kemarin, ada kejadian begini…

Scene: Udah malem saatnya Aiden masuk kamar buat bobo. Maenannya masih berantakan, so I asked him to clean up.

Gue: Ok Aiden, time to bobo. Clean up first please.
Aiden: Oh okay… *nyamperin gue* (btw Aiden’s favourite phrase now is ‘oh okay’)

So Aiden dateng ke gue yg lagi duduk diantara banyak maenannya yg belon diberesin and dia ambil satu mobil ditangan kanan, and satu mobil ditangan kiri. Then dia berdiri langsung ngeloyor ke kamar.

Gue: Lho, kok kabur… clean up first please!
Aiden: *with such a sweet face, looking at me and said* Mommy clean up, Aiden bobo…

Enak aja! Pinter amat ini anak gue wkkwkw.

———————-

Selama ini kita ajarin Aiden berdoa sendiri, kita mulai dengan telling him to say thanks in his prayer. So, kayak, “thank u for healing, thank u for miracle, thank u for daddy etc etc”

And biasanya kalo dia sakit kakinya karena kebentur apa bagian badannya ada yg jatuh/kebentur etc, kita ajarin dia buat lay his hand on the part yg sakit and berdoa, “thank u Jesus for your healing. No more pain, in Jesus’ name. Amen”

So a few days ago, my toe hit something quite bad, sakit bok. Then Aiden liat gue ngeringis2 nahan sakit pas jalan. Aiden nyamperin gue curiously….

Gue: Aiden, mommy’s feet pain. Ouchhh…
Aiden: *dengan kepalanya dimiringin*… Pain?
Gue: Yah, mommy’s feet painful
Aiden: *langsung drop on his knees, lay his hand on my jempol kaki* .. Thank u for the feet…

So sweet…. meskipun salah. It’s the thought that counts wkwkwk.

———————-

Sebelon bobo, kita juga ajarin Aiden to pray for us, his parents.

One day, he prayed…

Aiden: Thank u for the Word
Gue: Say,… thank u for God’s Word
Aiden: Thank u for God’s Word

Then besoknya… he prayed…

Aiden: Thank u for mommy’s Word
Gue: No, no.. say… thank u for God’s Word
Aiden: Oh.. okay. Thank you for daddy’s Word…
Gue: No, not daddy’s or mommy’s word…

———————–

Kmaren gue sama Aiden liat2 mini poto journal yg gue bikin buat Aiden. Disana ada poto dari dia masih di kandungan sampe dia udah umur setaon.

Gue tunjukin poto gue hamil gede…

Gue: Look, Mommy’s tummy here very big right???
Aiden: Yes.
Gue: Aiden was inside Mommy’s tummy at that time… *then gue tunjukin poto Aiden pas abis dilahirin di hospital*,.. then Aiden came out from Mommy’s tummy!
Aiden: *liat perut gue skarang dengan tampang bingung, terus liat poto gue lagi hamil terus liat lagi poto babynya*… Tummy???
Gue: Yes! Aiden was inside Mommy’s tummy, seeeee, it was so biggg!!! Then Aiden came out!
Aiden: *masih pake tampang confused and mikir. For a few minutes, dia liat lagi poto hamil gue, poto baby and then ke perut gue, terus balik lagi liat poto hamil, poto baby, perut gue*
Gue: See!!
Aiden: Oh okay…

———————

Aiden kalo bobo sukanya sambil hold hands. Pas lagi in the middle of the night, tiba2 dia bisa bangun and wake me up and said, “Mommy, hold hand please”, so yah kita tidur sambil hold hands gitu kwkwkw.

————————–

Kmaren kita maen playdough, so gue bikinin Aiden butterfly, bee and bird. Then Aiden asked for an elephant…

Gue: Ask daddy make elephant, ok?
Aiden: Daddy!!! Elephant please!
Daddy: Daddy cannot make elephant…
Gue: Bisa lah, bikin aja…
Daddy: Waduh, gue kagak bisa bikin beginian man… *trus dia diem lama*
Gue: Daddy make elephant for Aiden please…
Daddy: Bentar… gue lagi mikir bikinnya gimana…

Then….

Daddy: Ok, daddy make elephant for Aiden ok?
Aiden: Okay!

Ga gitu lama, he showed me his creation…

Daddy: Say,… nih elephant!!
Gue: HHUAEHuAEHe this is elephant???
Daddy: Iyah!!

Langsung gue poto hAUEHuAHEAE

2014-02-06 21.55.33

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

.
.

Gambar bawah kanan adalah elephant karya daddy hAUEhuaehaE. So gue tunjukin Aiden…

Gue: Aiden look! Daddy make u elephant!
Aiden: Oh, elephant!

Aiden ngeliatnya dengan tampang aneh gitu, with an awkward smile kayak ga yakin…

Daddy: Does it look like an elephant?
Aiden: No.

Trus malemnya pas mo bobo, gue kasih Aiden liat poto diatas lagi.

Gue: Aiden, see this pic, what are these??
Aiden: butterfly, bee, bird, elephant!
Gue: Is this an elephant?
Aiden: Yes
Gue: Does it look like an elephant?
Aiden: No
Gue: *ngakak* Are you sureee this is not elephant???
Aiden: *geleng2* Not elephant.

————

Aiden and his bestfren, Maggie (2 years old) lagi maen bareng. Maggie gambar something on her drawing pad. Biasa lah gambaran anak2 ucek2 ga jelas. Benang kusut gitu, penuh on the page.

Maggie: *dengan hebohnya manggil Aiden to show what she draw*, Aiden!!! Look!! Tree!!!
Aiden: *ngeliat*… No.
Maggie: Tree, Aiden!!
Aiden: *geleng2* No!!
Maggie: Tree!!
Aiden: No tree!!
Maggie: Tree!
Aiden: No tree!!!!

So it went for a couple of minutes, saling ngotot. Yg satu bilang dia draw tree in spite of her benang kusut drawing, the other is firm saying what she draw is not a tree.

Saya sudah ga perawan di usia sekolah

(UPDATE, a day after this article is written: Just heard that this ‘tes keperawanan’ thing is a hoax. That DInas Pendidikan di Prabumulih sebenernya ga pernah bilang kalo tes ini akan diwujudkan. So please do not condemn them coz it can be false news. Well, if it is just a hoax , then I got work up for nothing hehe, but I still believe this article below still serves a purpose.)

Postingan ini menjadi semacam surat yang saya mau ajukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Prabumulih, Sumatera Selatan. Atau siapa saja yg ambil keputusan untuk melaksanakan tes keperawanan buat siswi2 SMA di Indonesia.

Untuk info full article nya bisa dibaca disini.

(Sorry ya pak, kalo bahasa saya campur aduk, bahasa Inggris, Indonesia, Jawa dan juga bahasa gaul.)  

Jadi intinya, Bapak bilang kalo ga perawan berarti ga boleh sekolah.

Knapa saya ambil keputusan untuk menulis postingan ini? Karena saya ingin bapak mendengar dari sisi wanita muda yang sudah kehilangan keperawanannya sewaktu usia sekolah.

Mungkin Bapak pikir dalam hati, “kamu ga perawan karena kamu nakal kan dulu? Seks bebas dan lain sebagainya.” Iya Bapak benar. Saya dulu nakal, seks bebas disana sini. Sampai akhirnya saya hampir bunuh diri, merasa ga ada lagi makna dalam hidup saya.

Tapi apa Bapak tau knapa saya menjadi nakal?

Karena didikan orang tua yang salah. Saya yakin ortu saya tidak bermaksud demikian, tapi karena mereka tidak mengerti bagaimana mendidik anak dengan baik, mereka mendidik saya seperti apa yg nenek kakek saya lakukan pada mereka. Kurangnya kasih sayang, omongan yg menjatuhkan, bukannya mendukung dan menyemangati anak2nya. Saya juga sering dipukuli sewaktu kecil sampai SMP, sehingga menimbulkan kemarahan dan kebencian pada ortu saya.

Saya haus kehangatan ortu, apalagi ayah saya. Dia adalah tipikal ayah yang ada tapi tidak benar2 ada. Hanya sibuk kerja dan kasih duit. Jarang sekali saya merasakan kehangatan di keluarga.

Nah hal ini menjurus kepada karakter saya yang haus akan kasih sayang. Sewaktu saya beranjak remaja, ada laki2 yang memberi saya perhatian, kasih sayang yang saya tidak pernah rasakan sebelumnya. Dan akhirnya dia meminta keperawanan saya. Karena saya dulu masih gampang dibohongin, di bujuk2, katanya kalo sayang sama dia, saya kasih keperawanan saya yg paling berharga buat dia. Akhirnya saya kasih.

Sejak itu hidup saya semakin suram, ternyata laki2 ini hanya menggunakan saya sebagai pelampiasan seks. Dan saat saya lepas darinya, saya jatuh sama laki2 yg laen. Polanya sama pak, mereka semua sepertinya sayang sama saya, tapi ternyata mereka punya tujuan lain.

Saya semakin merasa hidup saya tidak ada artinya, dan tidak mengerti bagaimana saya bisa keluar dari ini semua. Jadi saya ambil keputusan untuk bunuh diri. Tapi karena doa teman2 saya yang benar2 peduli sama saya. Saya akhirnya bertemu sama Tuhan Yesus. (Saya tidak berusaha menginjili Bapak. Saya cuma mau cerita pengalaman saya pribadi. Tolong terus dibaca ya. Ini menyangkut hidup mati.)

Dia yang membuat saya merasa berharga kembali. Dia memaafkan semua kesalahan-kesalahan yang saya buat dimasa lalu. Dan menjadikan saya seperti baru. Tau ga Pak, rasanya gimana diterima, dimaafkan, dan bisa memulai hidup baru? Sejak saat itu saya memutuskan untuk mengabdi sama Tuhan. Dan akhirnya saya sekarang sudah dipulihkan total, mempunyai suami yang takut Tuhan dan juga seorang anak laki2.

Saya juga mendedikasikan hidup saya untuk anak2 cewe yang punya masa lalu yg seperti saya.  Saya mau memberitahu mereka bahwa ada masa depan yg penuh harapan buat mereka. Meskipun mereka berbuat kesalahan kehilangan perawan dimasa lalunya. Bisa saja mereka kehilangan keperawanan karena kebodohan/kepolosan (seperti saya) , atau karena dilecehkan, diperkosa.

Waktu Bapak ambil keputusan untuk mengadakan tes keperawanan buat tes masuk siswi SMA, saya ngeri. Karena saya teringat kejadian dimana waktu itu saya berbicara di sebuah konferensi buat anak2 SMP. Saya kesaksian bagaimana saya kehilangan keperawanan saya dan bagaimana Tuhan memaafkan dan memulihkan saya. Tau gak, Pak? Setelah acara itu, ada salah satu anak cewe masih SMP, memberanikan diri datang ke saya secara pribadi dan mengaku dia udah tidak perawan. Apa yang telah terjadi sama dia?

Waktu dia masih TK, ada seorang paman yang usil. Dia ngeliat anak cewe ini main bersama anak laki2 yg berusia SD di dekat rumahnya, dan paman ini memanggil mereka berdua, dan paman ini mengajari anak SD ini memperkosa dia. Anak SD ini ga ngerti apa2 jadi dia lakukan saja, apalagi anak cewe ini juga ga ngerti. Waktu anak cewe ini udah smakin besar, dia baru mengerti apa yg terjadi saat itu. Dan dia tidak pernah mengatakannya pada siapa pun. Baru setelah dia mendengar kesaksian saya, dia memberanikan diri mengaku pada saya dengan menangis. Karena dia tidak tahu dia harus berbicara kepada siapa. Malu yang dia tanggung karena sudah tidak perawan dan bukan karena kesalahannya.

Bisakah Bapak membayangkan juga tes keperawanan untuk masuk SMA dilakukan untuk anak2 cewe seperti dia? Apa yang bisa terjadi? Saya tidak pernah bisa melupakan wajah anak ini yang penuh tangisan didepan saya. Sekarang pun saat saya menulis surat ini, saya tidak bisa membendung air mata saya. Saya bisa merasakan sakitnya menyimpan ini semua, saya bisa merasakan pedihnya kehilangan keperawanan.

Apa yang akan terjadi pada anak2 cewe yang mengalami hal-hal seperti dia?

Mereka tidak akan berani mendaftar sekolah. Jika ortunya memaksa, apa alasan yang mereka bisa berikan? Bisa2 mereka memilih untuk mengakhiri hidup mereka daripada hal ini terbongkar.

Daripada melakukan tes keperawanan sebagai kontrol sosial buat anak2 muda tidak bergaul bebas, bagaimana kalau saya mengajukan usul lain?

Education starts from home.

Pendidikan dimulai dari rumah.

Maksud saya, bagaimana saya bisa jadi nakal dan terjerumus dalam seks bebas dimasa remaja? Karena saya tidak mengerti. Orang tua saya tidak pernah mendidik. Mendidik kebanyakan hanya dalam bentuk pukulan atau carcian. Saya tidak merasa saya berharga. Disitu saya mencari kasih sayang dalam bentuk yang salah, yaitu dipelukan laki2 lain.

Daripada melakukan tes keperawanan, kenapa kita tidak membuat suatu gerakan memberi pendidikan kepada orang tua? Terutama bagi orang tua muda. Tidak pernah terlambat untuk belajar menjadi orang tua yang baik dan penuh kasih. Yang bisa menaruh prinsip2 Tuhan dan kekudusan didalam anak2 mereka sejak dini.

Saya punya seorang teman wanita yang masih usia sekolah dan single. Dan dia menjunjung tinggi sekali kekudusan. Dia punya prinsip teguh tentang sex after marriage meskipun dia sekolah di Amerika. Bagaimana dia bisa begitu? Saya melihat dia mempunyai hubungan yang dekat sekali dengan orang tuanya. Terutama ayahnya. Ayahnya memberi dia kasih sayang selayaknya seorang ayah yang menghargai putrinya. Teman saya ini tahu kalau dia berharga, dan juga keperawanannya. Jadi dia jaga baik2 untuk suaminya nanti. Dan dia tidak mau menyakiti ortunya dengan melakukan hal-hal yang dia tau bisa menyedihkan mereka.

Orang tua mempunyai peran besar dalam membentuk karakter anak.

Saya yakin Bapak punya anak. Perhatikan benar-benar apa kebutuhan anak-anak Bapak. Ga cuma anak cewe saja. Yg kehilangan keperawanan emang anak cewe, tapi siapa yang menghilangkan? Tentu saja yg cowo kan?

It takes two hands to clap.

Jadi juga perhatikan anak2 cowo disekitar kita. Kita sebagai orang tua harus mendidik mereka untuk menghargai wanita. Dan anak laki2 belajar ini semua dari ayahnya. A father is a role model how to be a man. Menjadi seorang laki2 yang penuh tanggung jawab dan integritas.

Sebagai penutupan, saya sekarang sudah menjadi seorang ibu. Saya punya kesalahan di masa lalu, tapi Tuhan sudah mengampuni saya dari dosa masa lalu. Tuhan saja bisa, kenapa kita tidak bisa mengampuni?

Usul saya, Dinas Pendidikan bisa mengadakan kelas-kelas Parenting untuk orang tua. Membahas masalah2 pelik seperti puber, seks, keperawanan, bagaimana mendidik anak dengan benar dan penuh kasih. Bagaimana berbicara kepada anak dll. Bagi orang tua yg tidak bisa menghadiri karena kesibukan, bisa juga Dinas Pendidikan membagikan buku kecil panduan atau dalam bentuk CD yang bisa didengar. Banyak cara yang bisa ditempuh sesuai dengan kebutuhan orang tua. Karena orang tua juga banyak yang tidak mengerti bagaimana membesarkan anak dengan baik. Mereka membuat kesalahan dll, seperti orang tua saya.

Saya percaya, dengan pengertian yang benar, orang tua bisa memberikan prinsip2 kekudusan ini dan inilah yang akan mencegah seks bebas diantara para remaja. Karena tes keperawanan hanya mencegah luarnya saja. Mereka bisa saja tetap mempertahankan keperawanan mereka tapi melakukan hal2 seks yang lain, yg nyerempet-nyerempet misalnya. Karena tes keperawanan is not dealing directly with the real problem. Masalah sebenarnya adalah prinsip-prinsip kebenaran tidak benar2 tertanam di dalam diri mereka.

Pesan saya, didiklah orang tua dengan benar sejak dini dan mereka akan menghasilkan anak-anak muda yang luar biasa yang bisa membanggakan Indonesia.

(PS: Hoping that para pembaca can share this posting around… so maybe, just maybe.. bisa nyampe ke si Bapak-bapak yg dimaksud :) )

Anak Suka Berdoa? Gimana Caranya?

(Artikel ini dimuat di Majalah Pearl edisi Juli 2013)

Anak gue, Aiden, kayaknya suka berdoa. Padahal masih umur 2.5 taon. Kadang2 gue yg malu, karena gue lupa berdoa and dia yg harus ingetin gue. Tiba-tiba dia bisa ambil sikap doa dan bilang, “pray… pray…,” ngajak gue doa. Dan tiap kali dia begitu, gue biasanya (gue belajar membuat ini sebagai suatu habit), langsung ajak dia doa, meskipun singkat, contohnya, “Thank you, Lord, for today.” Yang lucunya, ada beberapa kali saat gue lagi marahin Aiden, dia langsung bersikap doa dan bilang, “pray, pray…” Entah emang dia ngerasa butuh didoain atau dia sengaja ngalihin perhatian gue hehe.

Di setiap doa mao bobo, pasti ada bagian yg gue bilang, “Lord, bless Mommy..,” dia pasti tumpangin tangan ke kepala gue. And gue lanjutin, “and enlarge Mommy’s capacity to have more patience with Aiden…,” dia pasti tumpangin tangan ke kepalanya, kayak tau aja kalo dia emang butuh Tuhan supaya ga nge-tes kesabaran gue. Dan kalau kita lagi doain orang, dia pasti angkat tangannya buat tumpang tangan, ikutan pegang kepala orang itu atau kakinya wkwk.

Dia juga kayak gitu di gereja, kalo ada bagian dimana kita berdoa, atau pastor di depan lagi berdoa, dia ikutan bersikap doa dan tutup mata sambil mengerutkan dahi. Kayak lagi serius berdoa gitu. Ga setiap kali sih karena kadang2 teralih perhatiannya sama hal-hal yang lain.

Nah sekarang, pertanyaannya adalah, gimana Aiden kok bisa suka berdoa gitu? Apakah kita sebagai orang tua punya metode khusus? Jujur, gue ga bener-bener tau knapa dia bisa begitu. Menurut pandangan gue, kemungkinan dia suka berdoa karena kebiasaan atau a habit. Dia sering melihat/diajak Daddynya berdoa. Bokapnya mah emang punya roh pendoa dan penyembah. Dia bisa lamaaa nangis dibawah kaki Bapa sambil ber-gitar ria. Pernah suatu kali, G ( nama panggilan si bokap) ngajak Aiden berdoa dan worship pake gitar, and teryata jadi lumayan lama dan G sampe berlutut sambil nangis di hadirat Tuhan. Aiden ikutan berlutut, dan saat dia liat Daddynya nangis, dia peluk si G huahauhaua. Yg lucunya, saat G bahasa roh, Aiden ikut-ikutan ngoceh bahasa balita. Di hari berikutnya, G cerita sama gue, tentu aja gue pingin liat. Jadi gue pura2 berdoa, berlutut, bahasa roh dan nangis. Tapi Aiden cuek aja. Gue sengaja kencengin tangisan gue, eh dia masih cuek hahahaha. Kayaknya sih dia tau kalo gue cuma pura-pura, ga beneran lagi di hadirat Tuhan. Anak kecil kadang-kadang bisa lebih cerdik dari ortunya hehe.

Waktu Aiden lagi sakit pun, kita bikin penyembahan sebagai suatu habit. Kapan hari Aiden kena HFMD (Hand Mouth and Foot Disease) untuk kedua kalinya. Penyakit ini lumayan banyak dan sering kasusnya di Singapore, tempat dimana kita tinggal. Ciri-cirinya adalah bibir dalem banyak sariawan, dan bisa panas tinggi. Nah kasian kan balita kena sariawan. Aiden ga bisa makan, sendok kena bibirnya aja dia nangis. Minum juga bikin dia nangis. Sedih deh ngeliatnya. So akhirnya G ajak dia worship, doa and nyanyi. Aiden ikutan doa sambil mewek-mewek karena bibirnya sakit, tapi dia tetep ikutan worship sampe selesai. Seperti berdoa didalam kesakitannya gitu. Nah, mukjizatnya adalah, Aiden sembuh dalam 2 hari! Padahal kalo HFMD itu paling cepet sembuh dalam seminggu, normalnya sih bisa dua minggu. Disini, kita ngajarin Aiden bahwa ada kesembuhan dalam worship dan doa. Saat kita worship Tuhan kita yg besar, kesembuhan itu terjadi. Karena Tuhan kan lebih besar dari penyakit apa pun. Jadi daripada ngomel-ngomel karena kesakitan, mending nyembah Tuhan aja deh.

Intinya, kita ngajarin Aiden untuk mengaktifkan iman dia, diajarin penyembahan dan doa waktu dia lagi kesakitan. Dia bisa sembuh di saat dia worship karena ada kuasa dalam penyembahan.

Emang penting untuk mulai ajarin anak kita prinsip dan arti doa sejak dari kecil. Jelasinnya sederhana aja, sesuai dengan kapasitas pengertian mereka. Kalo Aiden, gue kasih tau doa itu ngomong sama Tuhan, kita bisa ngobrol apa aja sama Tuhan. Nah Tuhan itu sapa? Tuhan itu yg ciptain Mommy dan Daddy, yg ciptain Aiden, yg ciptain kucing (dia suka banget sama kucing.) Dan Tuhan itu seseorang yg paling luar biasa dan powerful etc etc. Kalo Aiden dikasih tau begituan, dia ngangguk-ngangguk aje hehe.

Tapi yang paling penting adalah doa gue buat dia. Gue selalu doain dia supaya mengalami pertemuan pribadi dengan Yesus, more revelation of Him. Karena ya percuma ngikutin kita berdoa tapi ga pernah ada pertemuan pribadi dengan Yesus. Kalau dia lagi takut atau nangis karena kenapa gitu, gue lebih suka ingetin dia bahwa Yesus ada sama dia. Ga perlu takut. Gue suka kasih tau dia, roh yg ada didalam dia lebih gede daripada apapun di dunia ini. Meskipun dia masih ga ngerti saat ini, tapi gue percaya gue nabur di roh dia. Karena gue percaya, anak sekecil apa pun, kalo ditaburin Firman pasti lebih cepet nyantol daripada orang dewasa. Karena ya otak mereka kan masih kayak kanvas kosong, bisa dibentuk. Kalo dari dini uda dibentuk sesuai Firman Tuhan, diajarin tentang iman, tentang worship, mantap kan.

Tapi di satu sisi, buat orang tua yang merasa anaknya kok beda banget ya. Ga mau berdoa, ga mau menyembah, di gereja ga bisa diem. Jangan merasa terhakimi dan sebel ama anak sendiri kok ga bisa gitu kayak anak laen yang duduk diem menyimak Firman Tuhan. Setiap saat gue harus ngingetin diri sendiri, gue sebagai orang tua ga boleh membandingkan anak. Kan bisa juga orang-orang bilang, (meskipun cuma ngomong dalem ati), “liat tuh anaknya si itu, ga bisa diem banget di gereja, ga menghormati Firman banget sih. Pasti ortunya ga ngajari dengan benar.” Oh well, kita juga ga bisa menghakimi ortu lain. Kita ga tau pergumulan membesarkan anak mereka seperti apa. Setiap anak itu beda. Meskipun Aiden bisa kadang2 nemplok di gue sepanjang kotbah, bisa juga dia tiba2 jadi ribut sendiri. Yah namanya juga anak kecil. Yah namanya juga masih belajar. Kalo anak kecil ga pernah ribut itu kayaknya bukan anak kecil deh.

Dan kita juga ga boleh sebel ama anak sendiri, “kok kamu ga bisa diem sih di gereja! Ga suka doa etc etc…” dan jadinya marahin anak dan nuntut. Nah gue paling ga mau tuh ntar Aiden ke gereja karena takut dimarahin ortu. Pinginnya sih dari kecil, dia udah belajar untuk suka ke gereja. Untuk saat ini, gue rasa, Aiden hanya perlu merasa kalau gereja itu tempat yang nyaman buat dia. Tempat yang familiar. Tempat dimana dia bisa ngerasa secure. Bukan maksudnya gedungnya ya, tapi the atmosphere. Dimana ada hadirat Tuhan, dimana Tuhan ditinggikan.

Kita juga selalu bawa Aiden kemana-mana. Ke doa, ke konferensi, ke acara-acara gereja apa kek. Juga pergi misi. Waktu dia umur 9 bulan, kita udah ajak dia untuk misi ke Kambodia. Dan udah misi ke Malaysia dan Batam. Salah satunya emang gara-gara kita ga ada pembantu/orang yang jagain Aiden, jadi ya kalo kita pergi, Aiden harus diajak. Tapi kita lihat sih buahnya. Dia jadi terbiasa dengan acara doa. Biasa dengan acara-acara gereja. Ga bosen gitu. But again, dia juga ga selalu kalem 100% di setiap acara. Kadang2 juga dia bosen, minta kuar. Tapi kebanyakan dia bisa ikutan duduk, ikutan doa, meskipun bentar doanya.

Jadi menurut gue, anak jadi mencintai berdoa/worship itu juga berpengaruh dari habit. Kebiasaan yang diterapkan dirumah. Dan kebiasaan orang tuanya. Untuk sekarang mungkin Aiden cuma ikut-ikutan. Di gereja kalau lagi berdoa, dia ikut berdoa. Kalo lagi tumpang tangan, dia ikut tumpang tangan. Lagi angkat tangan worship, dia juga ikutan angkat tangan sambil tutup mata, malah pernah sambil berlutut segala. Semuanya menjadi biasa buat dia, just a habit. Tapi gue yakin suatu saat nanti hal-hal yang biasa ini bagi dia, akan berubah menjadi luar biasa saat dia mengalami sendiri pertemuan pribadi sama Yesus. :) Yang jelas sih kita pokoknya ciptain aja atmosfir seperti itu di rumah. Karena dia udah biasa worship dirumah, entah pake gitar atau dipasangin DVD/YouTube yg ada lagu-lagu worship, dia tau mesti ngapain kalo kita pasang lagu untuk worship. Lucunya, waktu itu kita lagi nonton TV, ada iklan sabun cuci dan lagunya enak, eh Aiden tiba-tiba merem, angkat tangan dan worship. Dan gue ketawa dan bilang ke dia, “Aiden, no no, it’s not a song to worship, you are not supposed to worship a detergent.” Hauhauhaa.

Nah back to topic. Di sisi lain, kalo anaknya diluar aktif banget, kadang- kadang misbehave, ga berarti keluarga itu ga pernah berdoa. Gue tau ada keluarga pastor yg bergerak dalam doa, doanya kenceng banget lah. Tapi ya anaknya aktif banget, kagak bisa diem. So, apa artinya ortunya adalah orang tua yang buruk? Ga donk. Tapi kadang-kadang, seperti itu lah pandangan umum.

Yang penting sih kita ga saling menghakimi aja. Ga menghakimi anak sendiri, anak orang lain, ortu lain. Kalo gue sih, cuma feel thankful aja and blessed punya anak yg kayak Aiden. Tuhan tau kapasitas masing-masing ibu. Tuhan tau kalo gue orangnya ga suka olah raga hahahaha, very low activity lah, jadi ya dikasih anak yg agak kaleman. Yang lumayan gampang diajarin. Gue bilang ‘lumayan,’ karena emang Aiden ga selalu bisa gampang buat diajarin. Ada beberapa hal yang dia cepet nangkep, ada juga juga yang sampe sekarang dia masih belajar untuk taat.

Tapi penting juga untuk menerapkan budaya berdoa dirumah. Budaya penyembahan. Jadi dari kecil, anak sudah di-expose dengan hal-hal seperti ini. Bukan sesuatu yang asing buat mereka, dan mereka belajar bagaimana untuk berperilaku disaat-saat kayak gitu. Yang perlu diinget, mereka masih belajar, jadi ya butuh waktu. Dan anak kecil harus terus menerus diajarin hal yang sama baru mereka ngerti.

Dan kayaknya Majalah Pearl ini kebanyakan pembacanya adalah cewe single. Mungkin kalian pas baca artikel ini, jadi punya banyak expectation, wah nanti kalo udah punya anak, gue bakal begini, anak gue bakal begitu. Nasihat gue sih, ada kemungkinan besar anak kalian beda banget ama apa yang kalian impikan. Tapi anak adalah berkat dari Tuhan. Mau seperti apapun karakternya, Tuhan bisa pake dia sesuai karakternya. Tugas kita sebagai orang tua, adalah memperkenalkan Yesus ke mereka, dan ajarin prinsip-prinsip Firman Tuhan. We just do our best as parents, and trust God to do the rest. Kadang-kadang tanpa kita sadari, kita juga bikin kesalahan sebagai ortu, tapi kasih karunia Tuhan selalu mengalir, Dia bisa memperbaiki kesalahan kita saat kita menyerahkannya ke Tuhan.

Untuk penutupan, gue mao bilang, anak-anak akan belajar menghargai doa dan Firman Tuhan saat mereka melihat orang tuanya sangat menghargai hal-hal tersebut. Contohnya, gimana anak kita bisa menghargai bahwa gereja adalah tempat yang penting buat kita bertumbuh secara jemaat Kristiani kalo kita sendiri kadang-kadang ga ke gereja karena hal-hal kecil. Ga memprioritaskan pergi ke gereja gitu. Gimana kita bisa ngajar kalo doa itu berharga kalo kita sendiri kagak pernah berdoa.

Because, yes, we as parents, teach by examples. I’m not saying that I’m really good as a mother, that I always give a good example to my kid. Gue masih membuat kesalahan, gue juga kadang-kadang bisa males berdoa. But let us learn together as parents, faithfully building our spiritual lives so we can be sensitive to God’s voice and leading for our children.

Growing Aiden (4)

I came across this article by one mommy.

http://theorangerhino.com/10-things-i-learned-when-i-stopped-yelling-at-my-kids/

Really good read.

Memang Aiden anak yg ga begitu susah dijaga, compared to other hyperactive kids. But of coz, kids being kids, mana ada sih anak kecil yg bisa diem nurut selama 24 jam. Of coz Aiden ada tantrum moments. Or just simply ga mau dengerin gue. Disuruh pake baju, malah telanjang lari2, sambil ketawa2 sengaja ngerjain maminya. Disuruh bersihin maenannya, malah dilempar2. Or sengaja jalannya dipelannnnn-pelaninnn supaya gue ga sabar and akhirnya gue sendiri yg bersihin wkwk.

Of coz juga ada times where he can be such a good boy. Bisa bersihin maenannya sendiri tanpa disuruh. Bisa pack up his toys before playing with another toys. But ada juga yg bikin gue gregetan rasanya sampe ke ubun-ubun. Cape rasanya ngulang2 terus hal yg sama. Kata2 yg sama. I didn’t actually yell at him, but I definitely raised my voice a bit so he paid attention. So he knows that I meant business. But sometimes, I got frustrated by him. So stumbling across that article was really a good thing. Kena banget deh buat gue.

Karena gue mau inget terus the messages of that article, gue dapet ide buat bikin posternya based on the article. Gue ngikutin poster KEEP CALM itu lho, but kata2nya gue bikin sendiri and juga the graphic atasnya. Graphicnya sih gue dapet dari internet and di adjust dikit hehe. I will print these posters and dipajang deh dirumah.

Ini hasilnya….

watching

Yep. Need to remind myself that kids are always watching and observing. Kalo gue pingin Aiden punya a gentle spirit, sabar dll, masa gue isinya kebanyakan teriak2 dan ga sabar ama dia. I have to lead by example because I’m his role model.

Gue inget ada seorang cici cerita, be careful when you are around kids. You think mereka ga notice your behaviour kah? One day, this cici lagi di mobil ama suaminya and their kids. Tiba2 ada telpon masuk, and istrinya yg angkat. Someone was looking for the husband, but the husband ga pingin ngomong sama orang itu so he said to this cici, “bilang aja gue lagi ga ada”… then the kid behind suddenly shouted, “ih papa bo’ong!!!” … wkkwkwkw. Hayo loh! Must practice what we preach, yeah? wkwkkw

at least

Well, seperti kata articlenya,

Misalnya nih, Aiden jatuhin susu segelas, berantakan kemana2. Gue bisa aja marah, but then I can calm down by thinking, “Well, at least, the cup is not glass.” Or, yang paling sering, Aiden numpahin something, but “at least, he is trying to help me…” Kadang2 kan anak2 berusaha bantuin mommy/daddynya, but instead they make a mess. But tapi seringnya kalo kita udah sebel or cape, kita malah marahin mereka. Sebenernya they meant well yah? Poor little misunderstood kids. :(

control

Yep, I can’t control Aiden’s reaction or action. But definitely I can control mine. Who’s the adult here? wkkwkw I notice sometimes gue itu control freak. Gue pingin this or that be done in certain way. Gue kadang2 sebelnya itu kalo gue maunya Aiden begini, dianya ga mau. So yah, gue harus remind myself that I cannot control him. Sometimes he has his own way to do things. Meskipun masih toddler.

For example, for the last couple of days, gue lagi ajarin Aiden doa sendiri. Sekarang kalo minum susu, dia bisa doa sendiri, “ta choo fo de cucu. AMENN!!!” (thank you for the susu, AMEN!) Amennya yg paling kenceng. Kadang2 sangking excitednya liat susu, doanya di singkat, jadi cuma teriak “AMEN!!!” wkwkkwkw.

Then kmaren kita mao doa sebelon tidur, biasanya dia akan ngikutin doa kita yg panjang. Kayak the end of every sentences gitu.

Biasanya gue bilang: “Thank you for Heal….” , he will continue with “….ing…,”
“Thank you for break…”, he will continue with, “… truuuu,”

Nah tiap malem kita begini. But last night, gue mao begini kan ama dia, gue udah ngomong, “Thank u for heal…,” eh dia malah nepok2 tangan gue, suruh gue berhenti and dia yg doa sendiri, “ta choo fo ce cusssss” (thank u for Jesus). Gue ok2in. Then gue continue, “Thank u for heal….,” eh dia tepok2 gue lagi suruh berhenti, and dia doa sendiri lagi ‘thank u for jesus’ kwkwkwkw. Gitu terus sampe 10 kali ada kayaknya. Intinya gue ga usah doa, tapi dengerin dia udah bisa doa meskipun diulang itu2 terus HAUEhUAEHAE. Dia mau show to me that he can pray by himself! hehehehe.

Maksud gue, coba kalo gue maksa dia harus ngikutin gue, I will miss this definitely :) But instead I chose to stop and listened to what he was trying to say. Should do this more often.


feeling

The reason of me holding back my anger or frustration or saying something harsh is because I dun want to hurt Aiden’s feeling. Apalagi he’s a sensitive little guy. Biasanya kalo gue udah gregetan, gue grab him, stop him from whatever he’s doing, go down to his level to make sure he looks at me and I tell him why he cant do this or that. Biasanya sih dia ngangguk2 ngerti pas gue udah jelasin knapa and I asked him, “understand?” Hopefully dia bener2 ngerti wkwkkw.

jumping jack

Seperti kata articlenya lagi, instead of yelling mendingan find silly alternatives to release the tension. Bisa do jumping jack, or yell in the closet or shout like Tarzan etc. I think I choose jumping jack aja deh, lumayan exercise dikit hehe.

mad
Bisa aja inti masalahnya adalah lagi sibuk banget dikantor jadi cape. Or lagi ada gesekan sama suami, atau lagi perut sakit gara2 mo boker. So the problem is not really our kids. Kasian kan kalo Aiden yang kena marah abis2an padahal kesalahannya sepele.

moment

This happens quite often. Gue lagi sibuk misalnya gitu lagi ngapain. Si Aiden suka ke gue and nepok2 gue. Pas diliat ternyata dia nunjukin ke gue kalo dia did something. Misalnya complete the puzzle, or draw a fish by himself or apaan kek. Must remind self that I should not dismiss him quickly when he looks for me or asking for my attention. He is probably showing me his accomplishment and no parents should miss that. Note to self: if he does showing me his accomplishment meskipun gue lagi sibuk bgt, I must stop, praise and admire it a little bit longer.

refresh

Yep, kalo lagi sebel kayaknya enak gitu mandi pake air anget. Should do more home facial deh kwkwkwk.

Print

This one is the most important for me. Gue mao nanti as my legacy, gue dikenal sebagai mommy yg very gracious to her kids. Slow to anger, slow to speak alias ga nagging all the time. When my kids grow up, they remember me as that type of mommy. Kalo anak sendiri bisa ngomong gitu, i think that’s the greatest reward of all. :)

Sekarang untuk disiplin Aiden, kita pake wooden spoon buat spank dia. Kita gambar sad face on the spoon and called it Mr. Spanky. Kita kasih tau Aiden, “if you disobey mommy or daddy, you will get a spanking. And you see, Mr. Spanky is sad if he has to spank u.” It works sih. Biasanya kalo dia lari2 ga mau dipakein bajunya, gue nanya, “Do you want Mr. Spanky to spank u?” Dia geleng2, tapi tetep ga mau deketin gue buat dipakein baju. So gue ambil Mr. Spanky and tunjukin dia, baru dia dateng ke gue.

For some reason, for disciplining Aiden, I don’t think Time-out will work for him sih. For sensitive kid like him, kalo di time-out, dia akan merasa rejected instead. Biasanya kalo kita abis marahin dia, dianya pasti mau disayang sama kita.

Nge-didik anak emang ga guampang bok. And we are told that between age 0-6 itu saatnya untuk discipline. Age 6-12, training stage. Age 12 and beyond, friendship stage.

So we, young parents, better make sure we discipline them when they are still very young and mudah dibentuk. Bukan di punish loh ya, but di discipline hehe.

Ini baru punya satu anak. Kalo punya 5 anak, gimana rasanya ya wkkwkwkw….

Kuis: What if

Aslinya gue males ikutan kuis ini hehehe. But then di tag dua kali, yo wes loh ikutan. :P

Ini sekilas kuis about me.

Orang-orang berkata kalo gue: 
wanita jadi-jadian *lho* wkkwkw

Kalo dapet 1 milyar gue pasti: 
Some untuk di tabur, for the kingdom of God (church, mission, dll)
Some untuk dimakan  (calling, buka childcare, skolah lagi, jalan2, beli rumah dll)
Some untuk di tanam ( di tabung, investasi di mentee alias anak2 rohani kita by financing their business/school)

Klo kejebak macet gue…
maen sama Aiden, or kalo Aiden bobo, ya mesra2an ama daddynya ah… kwkwkkwk

Indonesia adalah negara yang…
paling asik buat mission karena nyambung bahasanya and makanannya.

Mantan gue…
mudah2an semuanya dah encountered Jesus’ love and begin new life in Him. Mereka semua BUTUH!

Klo berada di depan kuburan M.J…
will definitely do the most natural thing to do. Ambil iphone, take photo of the tombstone and post it on Instagram.

Hidup ini penuh dengan…
oxygen. (That was the first thing that came in mind, mungkin gara2 Spore abis haze. Praising God for clean oxygen!)

Tak ada tempat yang indah selain…
di pangkuan suami.

Ke mana pun gue pergi, pasti bawa…
gigi. Itu pasti ga pernah kelupaan. Mau tulis hp, ga mungkin. Mo nulis dompet, ga mungkin. Yo wes, gigi aja gampang.

Kalo divonis kanker… 
Divonis kan belon tentu bener. :P

Pagi-pagi enaknya makan…
 di ranjang

Pekerjaan yang paling membosankan di dunia adalah… 
nyetrika

Hal yang paling mengerikan di dunia adalah… 
lagi kebelet pipis or boker, ga ada wc di sekitar.

Bencana alam itu…
be’ol di celana gara2 ga ada wc di sekitar

Waktu SMA gue dikenal sebagai… 
penebar pesona… AHEUHAEUhAUEhuAEH *mana ada*

Saat yang paling tenang, saat… 
dibawah air alias diving

Paling males kalo ngelihat…
anak skolah pake seragam pacaran grepe2an.

Kalo orang ciuman didepan gue… 
Aiden biasanya cium gue balik HAEUhAUEHUAE :P

Gue pengen banget… 
bisa teleport

Wanita2 cantik dan seksi di depan gw sambil ketawa2 keras2, dalem pikiran gue… 
*aduh ini ngalahinnya mesti level up nih gue, susah bgt nih fighting this boss* (gue lagi maen game RPG di hp, who cares ada cewe sexy depan gue) or *hmmm, ini bikinnya gimana ya, nempelin nya pake apa ya* (gue lagi liat2 Pinterest, getting ideas for Aiden’s toys, who cares ada cewe cantik depan gue)

Pria dengan jeans robek-robek, baju hitam gambar tengkorak, ngerokok, nongkrong depan circle-K, dalem pikiran gue… 

Ya masuk aja lah. Speaking from experience, sometimes these kind of guys are actually nice. I know because I used to be one of them yg ikutan nongkrong di pinggir jalan sambil ngerokok, hang out dengan mereka yg bertato dan nge-drugs, gue malah bantuin jualin drugs nya saat itu HAUEhAUEHuAHEaeuh :P Sebenernya, they are ordinary people just like us, somewhere along the way they got mixed up with the wrong crowd *just like me*

Orang yang sok imut dan sok childish… 
I usually stare at them in amazement.

Lagi jalan, ada yang lewat pake motor bilang “f*** you” 
Kalo dulu belon bertobat, gue bisa bilang “f*** me?, sorry u are not my type.”
Tapi skarang sudah bertobat, I will give my sweetest smile and like Shinta, I will say “God bless u too.”

Mama papa bilang kapan nikah? 
Taon 2010 kmaren. Nikah lagi kalo udah anniversary ke 25.

Afgan dateng kerumah…
Sapa yg ngundang? Ga kenal kok dateng tanpa diundang. Salah rumah kali. Gue kasih alamatnya Esti lah.

Kalo tengah malem ditelepon pacar… 
gue: “halo?”
pacar: “say, Aiden udah bobo?”
gue: “udah. Napa say?”
pacar: “jangan lupa jemuran diluar dimasukin ya. Kayaknya bentar lagi ujan nih.”
gue: “ok say, kamu masih lama? Jam brapa balik?”
pacar: “kayaknya masih lama. Ini Pastor Joseph masih mau sharing.”

Pacarku adalah suamiku yg lagi ada doa semaleman di kantor gereja wkkwkwkwk. He will always be my lover whattttttt.

Kalo besok kiamat… 
Ngikutin kata Aiden: “Ma maooooooooo” *ga mao*


family1.gif

Quote of the week

We are not human beings having spiritual experience. We are spiritual beings having human experience.

Archives

Recent Comments

laurentmarie on Darah Perawan
nelotte on Heal the wound, leave the…
hana yuliana on Heal the wound, leave the…
Nathalya Magdalena on ‘Seks dengan Anak K…
Vina on Darah Perawan

Receive Blog Updates!

Add to Technorati Favorites
Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 76 other followers