Archive for the 'Favourite Posts' Category

Saya sudah ga perawan di usia sekolah

(UPDATE, a day after this article is written: Just heard that this ‘tes keperawanan’ thing is a hoax. That DInas Pendidikan di Prabumulih sebenernya ga pernah bilang kalo tes ini akan diwujudkan. So please do not condemn them coz it can be false news. Well, if it is just a hoax , then I got work up for nothing hehe, but I still believe this article below still serves a purpose.)

Postingan ini menjadi semacam surat yang saya mau ajukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Prabumulih, Sumatera Selatan. Atau siapa saja yg ambil keputusan untuk melaksanakan tes keperawanan buat siswi2 SMA di Indonesia.

Untuk info full article nya bisa dibaca disini.

(Sorry ya pak, kalo bahasa saya campur aduk, bahasa Inggris, Indonesia, Jawa dan juga bahasa gaul.)  

Jadi intinya, Bapak bilang kalo ga perawan berarti ga boleh sekolah.

Knapa saya ambil keputusan untuk menulis postingan ini? Karena saya ingin bapak mendengar dari sisi wanita muda yang sudah kehilangan keperawanannya sewaktu usia sekolah.

Mungkin Bapak pikir dalam hati, “kamu ga perawan karena kamu nakal kan dulu? Seks bebas dan lain sebagainya.” Iya Bapak benar. Saya dulu nakal, seks bebas disana sini. Sampai akhirnya saya hampir bunuh diri, merasa ga ada lagi makna dalam hidup saya.

Tapi apa Bapak tau knapa saya menjadi nakal?

Karena didikan orang tua yang salah. Saya yakin ortu saya tidak bermaksud demikian, tapi karena mereka tidak mengerti bagaimana mendidik anak dengan baik, mereka mendidik saya seperti apa yg nenek kakek saya lakukan pada mereka. Kurangnya kasih sayang, omongan yg menjatuhkan, bukannya mendukung dan menyemangati anak2nya. Saya juga sering dipukuli sewaktu kecil sampai SMP, sehingga menimbulkan kemarahan dan kebencian pada ortu saya.

Saya haus kehangatan ortu, apalagi ayah saya. Dia adalah tipikal ayah yang ada tapi tidak benar2 ada. Hanya sibuk kerja dan kasih duit. Jarang sekali saya merasakan kehangatan di keluarga.

Nah hal ini menjurus kepada karakter saya yang haus akan kasih sayang. Sewaktu saya beranjak remaja, ada laki2 yang memberi saya perhatian, kasih sayang yang saya tidak pernah rasakan sebelumnya. Dan akhirnya dia meminta keperawanan saya. Karena saya dulu masih gampang dibohongin, di bujuk2, katanya kalo sayang sama dia, saya kasih keperawanan saya yg paling berharga buat dia. Akhirnya saya kasih.

Sejak itu hidup saya semakin suram, ternyata laki2 ini hanya menggunakan saya sebagai pelampiasan seks. Dan saat saya lepas darinya, saya jatuh sama laki2 yg laen. Polanya sama pak, mereka semua sepertinya sayang sama saya, tapi ternyata mereka punya tujuan lain.

Saya semakin merasa hidup saya tidak ada artinya, dan tidak mengerti bagaimana saya bisa keluar dari ini semua. Jadi saya ambil keputusan untuk bunuh diri. Tapi karena doa teman2 saya yang benar2 peduli sama saya. Saya akhirnya bertemu sama Tuhan Yesus. (Saya tidak berusaha menginjili Bapak. Saya cuma mau cerita pengalaman saya pribadi. Tolong terus dibaca ya. Ini menyangkut hidup mati.)

Dia yang membuat saya merasa berharga kembali. Dia memaafkan semua kesalahan-kesalahan yang saya buat dimasa lalu. Dan menjadikan saya seperti baru. Tau ga Pak, rasanya gimana diterima, dimaafkan, dan bisa memulai hidup baru? Sejak saat itu saya memutuskan untuk mengabdi sama Tuhan. Dan akhirnya saya sekarang sudah dipulihkan total, mempunyai suami yang takut Tuhan dan juga seorang anak laki2.

Saya juga mendedikasikan hidup saya untuk anak2 cewe yang punya masa lalu yg seperti saya.  Saya mau memberitahu mereka bahwa ada masa depan yg penuh harapan buat mereka. Meskipun mereka berbuat kesalahan kehilangan perawan dimasa lalunya. Bisa saja mereka kehilangan keperawanan karena kebodohan/kepolosan (seperti saya) , atau karena dilecehkan, diperkosa.

Waktu Bapak ambil keputusan untuk mengadakan tes keperawanan buat tes masuk siswi SMA, saya ngeri. Karena saya teringat kejadian dimana waktu itu saya berbicara di sebuah konferensi buat anak2 SMP. Saya kesaksian bagaimana saya kehilangan keperawanan saya dan bagaimana Tuhan memaafkan dan memulihkan saya. Tau gak, Pak? Setelah acara itu, ada salah satu anak cewe masih SMP, memberanikan diri datang ke saya secara pribadi dan mengaku dia udah tidak perawan. Apa yang telah terjadi sama dia?

Waktu dia masih TK, ada seorang paman yang usil. Dia ngeliat anak cewe ini main bersama anak laki2 yg berusia SD di dekat rumahnya, dan paman ini memanggil mereka berdua, dan paman ini mengajari anak SD ini memperkosa dia. Anak SD ini ga ngerti apa2 jadi dia lakukan saja, apalagi anak cewe ini juga ga ngerti. Waktu anak cewe ini udah smakin besar, dia baru mengerti apa yg terjadi saat itu. Dan dia tidak pernah mengatakannya pada siapa pun. Baru setelah dia mendengar kesaksian saya, dia memberanikan diri mengaku pada saya dengan menangis. Karena dia tidak tahu dia harus berbicara kepada siapa. Malu yang dia tanggung karena sudah tidak perawan dan bukan karena kesalahannya.

Bisakah Bapak membayangkan juga tes keperawanan untuk masuk SMA dilakukan untuk anak2 cewe seperti dia? Apa yang bisa terjadi? Saya tidak pernah bisa melupakan wajah anak ini yang penuh tangisan didepan saya. Sekarang pun saat saya menulis surat ini, saya tidak bisa membendung air mata saya. Saya bisa merasakan sakitnya menyimpan ini semua, saya bisa merasakan pedihnya kehilangan keperawanan.

Apa yang akan terjadi pada anak2 cewe yang mengalami hal-hal seperti dia?

Mereka tidak akan berani mendaftar sekolah. Jika ortunya memaksa, apa alasan yang mereka bisa berikan? Bisa2 mereka memilih untuk mengakhiri hidup mereka daripada hal ini terbongkar.

Daripada melakukan tes keperawanan sebagai kontrol sosial buat anak2 muda tidak bergaul bebas, bagaimana kalau saya mengajukan usul lain?

Education starts from home.

Pendidikan dimulai dari rumah.

Maksud saya, bagaimana saya bisa jadi nakal dan terjerumus dalam seks bebas dimasa remaja? Karena saya tidak mengerti. Orang tua saya tidak pernah mendidik. Mendidik kebanyakan hanya dalam bentuk pukulan atau carcian. Saya tidak merasa saya berharga. Disitu saya mencari kasih sayang dalam bentuk yang salah, yaitu dipelukan laki2 lain.

Daripada melakukan tes keperawanan, kenapa kita tidak membuat suatu gerakan memberi pendidikan kepada orang tua? Terutama bagi orang tua muda. Tidak pernah terlambat untuk belajar menjadi orang tua yang baik dan penuh kasih. Yang bisa menaruh prinsip2 Tuhan dan kekudusan didalam anak2 mereka sejak dini.

Saya punya seorang teman wanita yang masih usia sekolah dan single. Dan dia menjunjung tinggi sekali kekudusan. Dia punya prinsip teguh tentang sex after marriage meskipun dia sekolah di Amerika. Bagaimana dia bisa begitu? Saya melihat dia mempunyai hubungan yang dekat sekali dengan orang tuanya. Terutama ayahnya. Ayahnya memberi dia kasih sayang selayaknya seorang ayah yang menghargai putrinya. Teman saya ini tahu kalau dia berharga, dan juga keperawanannya. Jadi dia jaga baik2 untuk suaminya nanti. Dan dia tidak mau menyakiti ortunya dengan melakukan hal-hal yang dia tau bisa menyedihkan mereka.

Orang tua mempunyai peran besar dalam membentuk karakter anak.

Saya yakin Bapak punya anak. Perhatikan benar-benar apa kebutuhan anak-anak Bapak. Ga cuma anak cewe saja. Yg kehilangan keperawanan emang anak cewe, tapi siapa yang menghilangkan? Tentu saja yg cowo kan?

It takes two hands to clap.

Jadi juga perhatikan anak2 cowo disekitar kita. Kita sebagai orang tua harus mendidik mereka untuk menghargai wanita. Dan anak laki2 belajar ini semua dari ayahnya. A father is a role model how to be a man. Menjadi seorang laki2 yang penuh tanggung jawab dan integritas.

Sebagai penutupan, saya sekarang sudah menjadi seorang ibu. Saya punya kesalahan di masa lalu, tapi Tuhan sudah mengampuni saya dari dosa masa lalu. Tuhan saja bisa, kenapa kita tidak bisa mengampuni?

Usul saya, Dinas Pendidikan bisa mengadakan kelas-kelas Parenting untuk orang tua. Membahas masalah2 pelik seperti puber, seks, keperawanan, bagaimana mendidik anak dengan benar dan penuh kasih. Bagaimana berbicara kepada anak dll. Bagi orang tua yg tidak bisa menghadiri karena kesibukan, bisa juga Dinas Pendidikan membagikan buku kecil panduan atau dalam bentuk CD yang bisa didengar. Banyak cara yang bisa ditempuh sesuai dengan kebutuhan orang tua. Karena orang tua juga banyak yang tidak mengerti bagaimana membesarkan anak dengan baik. Mereka membuat kesalahan dll, seperti orang tua saya.

Saya percaya, dengan pengertian yang benar, orang tua bisa memberikan prinsip2 kekudusan ini dan inilah yang akan mencegah seks bebas diantara para remaja. Karena tes keperawanan hanya mencegah luarnya saja. Mereka bisa saja tetap mempertahankan keperawanan mereka tapi melakukan hal2 seks yang lain, yg nyerempet-nyerempet misalnya. Karena tes keperawanan is not dealing directly with the real problem. Masalah sebenarnya adalah prinsip-prinsip kebenaran tidak benar2 tertanam di dalam diri mereka.

Pesan saya, didiklah orang tua dengan benar sejak dini dan mereka akan menghasilkan anak-anak muda yang luar biasa yang bisa membanggakan Indonesia.

(PS: Hoping that para pembaca can share this posting around… so maybe, just maybe.. bisa nyampe ke si Bapak-bapak yg dimaksud :) )

How I know he is the one from God (Part 6)

To read previous chapters, click:
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5 

CHAPTER 13: THE DAYS OF THE OTHER WOMAN

Weits! Title chapternya mengerikan!! HAEUhauEhaE.

Beberapa hari after kita pulang dari retret, si G menghadap seorang hamba Tuhan yg udah ngedoain G since he first saw G kira2 taon 2006. Dan istrinya itu juga lg doain gue. Ya intinya Tuhan taruh beban dihati mereka untuk doain G and me. Padahal waktu itu gue ama G belon ada apa2 and mereka masih ga tau kalo Tuhan ternyata masangin kita berdua at the end. Nah istrinya ini bergerak di karunia nabi. But as time went by mereka slalu updated lah ttg kita dan masih terus doain kita berdua.

Soooo, si G akhirnya cerita ama mereka that….

Yup! There was another woman in the hood! wkwkwkwk. So intinya, si G menemukan cewe laen sebut aja si L. And mereka deket banget and saling mendoakan. AND SEMUANYA TANPA SEPENGETAHUAN GUE!!! HAHAHAHA

Istri hamba Tuhan tersebut, (panggil aja Tante H) kasih kabar itu ke gue, and gue termehek2 kaget donk!!!! Mana mungkin lah yao ga kaget! Gue kira kita masih pray bareng!

Nah yg lucunya, gue tuh kenal ama itu cewe. Dia baru dateng ke greja kita. Sebelon gue tau berita menggenaskan tadi, suatu hari gue pelayanan di kebaktian, tiba2 ada altar call and that cewe maju kedepan. And ga tau knapa, gue itu tergerak untuk doain dia. So gue maju loh. Somehow my heart said ‘ini cewe kayaknya ada something deh. Ga tau apa. But something attract me to this girl’.. so ya makanya gue maju doain dia. And pas gue doain, doa yg keluar adalah ‘Now is not the time, just wait and be patient.’ … MANA GUE TAU DIA TERNYATA LAGI DOAIN AND DEKET AMA G!!! HAHAHAHAHA… gue kira ya doanya ttg bukan saatnya si cewe ini tinggal di Spore karena dia kan mao cari jalan supaya bisa stay disini (setau gue)

Lah trus waktu Tante H kasih tau gue itu cewenya. WOW, langsung gue ngeh… ohhhhhh, brarti mantep juga nih Tuhan bilang ke gue harus doain itu cewe hehehe.

So intinya gini cerita G ke tante H and suaminya:

Si G mao sama si L, mereka udah saling mendoakan dan saling suka. And G suka ama si L karena dia tuh worship leader, jago nyanyi, jago masak, anak pendeta dan masih ada hal2 yg laen yg ntar aja gue jelasin karena seru hehe. And tante H tetep bilang kalo L bukan dari Tuhan buat G. But G bersikeras pilih L karena sebenernya dia itu mao lari dari doain gue and ga mao doain gue. And also menurut G, si L ini a very good candidate for him yg bisa mendukung his pelayanan. Lagian, kan si L and G sama2 sudah melayani di gereja, masa ga boleh together.  Karena tante H tetep bilang that L is not from God, si G akhirnya bilang, “ok deh, aku akan bawa si L ketemu tante dan om. You will see that I’m choosing the right one”

So, si tante ceritain semua itu ke gue. And she said, “kamu doa ya Nel, we will meet them tomorrow night…”

JENG JENG JENG….

Sooooo, gimana dengan kondisi gue setelah gue tau smua itu?????

OF COZ SEMPET PANASSSS!!! HAHAHAHA but after that….

nyantaaaaiiiiiii wkwkwk.. asli loh… gue ga gusar lagi, sakit ati, etc etc. Bener2 kekuatan Tuhan ngalir luar biasa. Karena Tuhan udah kasih gue strong confirmation that G is for me. But ga tau, hati gue tenang banget. My spirit calm gitu deh.. ga blingsatan wkwkkwkw. And yg lucunya mereka ga kasih tau gue kalo mreka udah mendekati status pacaran, and si cewe itu tau kalo gue and G itu sebenernya lg berdoa bareng.

Now then I understand knapa si Pastor Rajan doain gue ‘do not be disturbed’ sampe 3 kali… wkwkwkw.. Trus tiba2 gue come across one article di blog temen. Article prophecy buat saat itu. Dari prophet Chuck Pierce.

Dia bilang gini summarynya:

‘ The Lord says: I will shadow you and bring u thru the confusion u’ve been in. Be ready for this is  the day that I will call you quickly and change ur circumstance quickly. Don’t go to sleep. Sanctify your hearts and be ready to defend the hope that is within u. The enemy has come and put u on the defensive. Do not back up and do not come into agreement with the enemy who has tried to squeeze hope out and cause your faith shield to fall. I will assign you in the night watch so by noonday the terror has passed you!’ 

And ternyata pas banget kata2nya. God is saying to me to defend the hope that is within me. And nightwatch yg dia bilang diatas itu ternyata gue disuruh bangun subuh2 buat doa. Beneran gue 3 hari berturut2 dibangunin Tuhan pas jam 4 pagi buat doa perang. HAHAHAHA. Gue ada tulis tuh di blog ttg peperangannya di sini… And the article yg prophecy itu gue juga taruh linknya di sono… :) MESTI BACA BLOG GUE YG ITU YA!! karena sangat2 keren Tuhan disono hehehe. Karena itu doa peperangan antara my destiny, G’s and L’s… heheheheh

Trus the next day, gue dengerin kotbah Joel Oesteen. Ini adalah hari where Tante H, suaminya, G and L bertemu delapan mata. HARI YG SANGAT MENENTUKAN!!! wkwkwkkw

And gue dikuatin abis2an ama kotbah si Oesteen.

Ada kata2nya yg bilang begini:

Whenever things get difficult, the intensity has been turned up, that’s a sign that you are close to your victory. When those lies start bombarding your mind, u are tempted to get discouraged but it’s not the time to give up. That is the time to dig your heels in! Put on new attitude, you are close to your victory!! 

The reason the intensity has been turned up is becoz the enemy knows that your victory is coming close. When u keep doing what is right, keep hoping, keep believing, before long he will give that final push, you will see the situations turn around and u will see that promise come to pass. It’s like a woman giving birth. You are about to give birth to that PROMISE!!

And this is what I wrote in my diary:

Continue reading ‘How I know he is the one from God (Part 6)’

How I know he is the one from God (Part 5)

To read previous chapters, click:
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4

CHAPTER 9: THE LETTING GO

Last episode (cieh kayak pilem aje), gue cerita kalo Ps. Bobby ngajak gue and G ngomong berdua didepan dia. Tepatnya, untuk si G bilang dimuka gue kalo dia akan doain gue dengan serius karena Ps. Bobby tau si G ga serius doain ttg pasangan idup.

Scene: gue, Ps. Bobby and G lagi duduk dimeja makan sebuah resto.

Ps: Nah G, bla bla bla bla. Pastor mao nanya, kamu sama Nelly ini gimana kelanjutannya? Pastor mau tau gimana tanggapan kamu.
G: Ya sebenernya sih Pastor, saya ga pernah doain orang yg seperti Nelly. Saya doainnya pasangan hidup saya orang Batak.
Gue: ….. *jleb jleb jleb, diem seribu bahasa*
Ps: Ya tapi itu kan kemauan kamu! Emang Tuhan bilang orang Batak??!?!
G: Gak sih pastor….
Ps: Ya kamu harus doain serius. Pastor pingin denger dari mulut kamu ngomong sama Nelly kalo kamu akan doain dengan serius. Ga boleh digantungin gini…
G: OK Pastor.

And G looked at me and said he will pray for me seriously.. wkwkwwk

Kalo pembaca mao tau, sebenernya hati gue hancurrrrrr buangetttt. Patah hati lah yaoooo pas denger kayak gitu. Belon juga apa2 udah kayaknya ditolak mentah2 dirikuuuuuu *dangdut* wkwkkwkw. Then sepanjang perjalanan pulang dari Johor itu sebenernya air mata ku tak bisa berhenti mengalir mengalir dan mengalir, banjir banjir dan banjir.. hihihihi…

And gue ga tau kalo sebenernya setelah Ps. Bobby anterin gue pulang, si Pastor marahin si G, “kamu itu gimana sih! Masa jawabannya kayak gitu! Kamu harus ngerti cara ngomong sama wanita itu kayak gimana!” and G menjawab, “ya kan saya jujur pastor…” HAHAHAHA

Yah sejak hari itu gue sedih lah ya kalo mikirin G. Can’t deny kalo gue udah sayank lah sama dia. Lah iya gitu lo. Mana ada sih cewe yg ga pake perasaan ehehhehe. But I decided to let it go karena cape and udah surrender lah ama Tuhan. Terserah deh mo gimana. Malah gue sempet2nya bilang ke ci Mar, “ci, I wont listen anymore if you said he’s for me”. Alias gue udah bo’huat!!! wkwkwkkw

And yet, after gue bilang gitu, ci mar tetep bilang, “Nel, he’s the one for u. Inilah sifat calon suami kamu… dia lagi dibentuk ama Tuhan. Tuhan udah selesai deal ama kamu, skarang biarkan Tuhan yg deal ama dia. Buktinya skarang Ps. Bobby disuruh turun tangan. Dengan gini, kamu bisa liat, pernikahan kalian bukan pernikahan yg maen2, akan dasyat, karena bener2 ada campur tangan Tuhan didalamnya. Sampe Tuhan gunain banyak pastor untuk ini. Kamu skarang tinggal ongkang2 aja, biar Tuhan yg deal ama dia.”

Ya gue terima aja yg ci Mar bilang. Tapi gue udah buka option kalo G might not be the one from God.  Gue ga mo mikir he’s the one anymore sampe dia sendiri yang dapet. During these times, Tuhan pelan2 heal my heart. Everyday He refreshed me with His love, jadi slowly but sure gue healed.

And somehow gue jadi plong karena anggep G sbagai temen aja. Jadi ngeflow gitu lah. And gue buka option kalo mungkin masih ada cowo laen yg bakal disediain ama Tuhan. Gue nanya ama Tuhan, gimana kalo beneran ternyata bukan G after all this time, but when I think about it, meskipun bukan, gue belajar banyak dari ini. Dan hal2 yg gue dapetin, gue ga mau tuker dengan apapun juga. Gue belajar ttg karakterNya, ttg His love to me etc.  Itu sangat2 precious. And gue udah ga ada rasa kesel or kepaitan ama si G. Malah gue bisa ketawa, karena skarang G yg menggumuli gue. Gue nyantai and being still. Karena gue tau ntar Tuhan sendiri yg bakal ngomong ama G. I dont have to do anything. Ada damai gitu deh guenya… :)

Nah, the next month, tiba2 gue dimintain tolong, diminta ke Johor for 4 days buat bantuin beberapa hal sama Ps. Bobby. Saat ini very interesting, karena gue bobonya di kantor greja mereka yg apa adanya, yg banyak kecoak gede2. Gue bikin kerjaan mereka sampe ga tidur segala. And guess what, si G hampir tiap malem nemenin gue bikin! HAEUhauEhuaEH, ya gitu deh ngobrol2 banyak, but never about us. Kita ngomong soal pelayanan doank hehehe.. sampe subuh gitu deh ampir tiap malem. And guess what, dia bobonya pas di luar ruangan kantor yg gue pake. Bobo dikursi gitu aja. Ah gue ngerasa safe lho ada dia bobo didepan pintu gue. *emang satpam?* wkwkwkwkw

But then gue teriak2 ama Tuhan, “aduh Tuhannn ini gimana kok malah smakin deket! Kan gue mo jaga hatiii ceritanyaaaaa. Please stop this flow kalo emang bukan dari Tuhan. Gue ga mau smakin jatuh cintrongggg.. Kasihanilah diriku iniiiiii!!” HAEUahUEhaUEHaE.

CHAPTER 10: THE OTHER MAN 

Suatu hari di akhir taon, datanglah seorang misionaris ke gereja kita and gue didoain ama dia. And this is what he prayed, “tahan dia (gue) terus dalam rancanganMu. Beri dia kekuatan untuk hal2 yg tak terduga yg akan datang di taun depan. Biar dia pilih pilihan yg pertama, bukan yg kedua, bukan yg ketiga.”

Weits! Jitu! Karena gue ga pungkirin, many times masih ada dipikiran, gue udah males lah ama si G. Sometimes gue masih ada kepikir, gue doain ini itu aja deh…cuma ya itu.. gue tau G itu pilihan yg pertama dari Tuhan.. so I have to obey.

And taon baru pun tiba, yaitu 2008.

At the start of this year, gue somehow keinget abt kriteria2 gue buat my jodoh. And I admit I can’t see anyone at church yg ada hati buat misi kayak gue. So yeah then I kinda bilang ama Tuhan, kalo misalnya gue ga end up ama G, ga ada tuh Lord, yg se-visi ama gue ttg misi. Tapi ya gue pikirnya, kalo sampe ga ama G pun, nanti Tuhan akan bawain seseorang yg ke misi gitu deh. Ya gue mikir iseng aja.

Then ga lama kemudian, gue diajak misi ke Sumba ama Tante maria. And she said she will introduce me ke satu cowo, panggil aja E and he can help me doing games for the mission since he will be coming along. Then gue iseng liat frenster si E *jamannya frenster bok*, and I’m kinda surprised juga ternyata dia ada hati buat misi, melebihi cowo2 yg di gereja gue. Ya gue jadi tertarik! HAHAHA .. soalnya dia hatinya kesana gitu. Dan akhirnya kita ketemuan, and gue sempet shock! Ternyata anaknya HEBOH banget!Gaul abis etc etc.. and yg bisa bercanda2 jadi bencong gitu. Gue sampe beneran bengong liat dia… HAEuhaUEhaEe.. and somehow diingetin terus ama yg Tuhan bilang emang G itu pilihan pertamaNYA. Even before ketemu si E, kata2 itu terus terngiang2 di gue. Then ya gue bisa liat anaknya beda banget lah ama G, and kinda jauhhhhhh banget ama my criteria. Cuma gara2 dia misi aja sih. Other than that, ga ada satupun yg sesuai ama apa yg gue doain! HAEUhAUEhuaEHaE

Lah terus, udah gitu tiba2 si Pastor Handoyo  bilang ke gue, and said “Nelly, coba kamu reach out ya si E itu.” Lah! Gue bingung! Kan gue cewe kok disuruh follow up cowo! Wah Pastor ini ada2 aje.. wkwkkwk

Abis gitu gue iseng ngomong ama Tuhan, “wah Tuhan, besok gue ke Johor nih ama tante Maria. Wouldn’t it be interesting kalo si E ikut and ketemu G, or maybe gue pulangnya bareng si E. Since rumahnya E deket ama gue, kali2 dia jemput gue gitu ke Johor pake mobilnya, jadi berdua doank. Kan interesting kalo gue bisa ngobrol2 ama dia.. ” wkwkwkwk Dasar iseng! :P Yah si E sih sebenernya ga ikut ke Johor semestinya….

Then then, tiba2 tante Maria telpon gue and she said ” Nel, kamu besok ikut mobilnya E ya! Tante mobilnya ga cukup nih and ternyata si E mao ikutan! Ya uda kamu besok dijemput ama dia  ya!”

HAHHAHAHHA. Apa ga shock, mannnn!!! HAHAHAHA. Gile gue sampe bengong, ketawa and jadi ampun2 ama Tuhan. Then I said to God, “aduh Lord, sorry, sorry, I dont mean anything by asking yg tadi… wkwkwkw” Somehow gue tau banget kok kalo hati gue lagi ditest ama Tuhan hehehe.

Eh abis gitu ga lama kemudian, si Tante Maria kasih kabar ke gue kalo trip ke Johornya dibatalin karena sesuatu hal. HAHAHAHA. Kocak abis lah Tuhan ini. But from this, gue tau kalo Tuhan bilang to me “ga ada yg lain”.

And gue tiba2 tergerak untuk cerita soal E ke si G, and guess what, ternyata G ngalamin yg sama. Dia juga iseng2 mo mikirin cewe laen. And Tuhan juga bilang the same thing to him “ga ada yg lain”. And G kaget karena ternyata guenya lebih iseng sampe doain si E. HAEuaHEuahEAE :P

CHAPTER 11: THE ANSWER

Suatu hari kita ngobrol di telp. Conclusion dia bilang, dia udah dapet kalo gue buat dia. 60% udah tebel banget, Tuhan udah berbicara. 40% lagi dia masih takut. And he said to me, to give him time.. and he is asking for last confirmation dari Tuhan.

Ps. bobby bilang ke G, “nanti kalau kamu udah dapet last confirmationnya, langsung kasih tau pastor, kamu langsung tunangan then nikah taun depan” AHEuhaeuaheuahee pastor kocak abis.

Ga lama kemudian, gue diajak ci Mar dan ko Joseph pegi ke Johor to see G and Ps. Bobby regarding our ‘relationship’. Gue udah ga tau lah, pasrah aje, udah ga gitu peduli ama outcomenya. Gue udah siap2in hati, kali2 ditolak lagi.. AUEAUEhUAEHuAE.. :P

I really don’t know whats gonna happen. What I know is that my harga diri will be a sweet smelling sacrifice for Your Glory.

So nyampe Johor, disana pertama kali gue ama G disidang ama ci mar, ko Jo and Ps. Bobby.

G bilang dia yakin kalo gue dari Tuhan, tapi masalahnya masih banyak hal2 yg laen yg dia masih harus urusin. Dia belon berani approach gue coz bagi dia smua ini masih terlalu cepet and dia masih ga ada apa2.

Dan dia bilang gini ke Ps. Bobby:
“Pastor, ini masalah hidup dan mati aku…”
Dan Ps. Bobby ketawa,
“Mao mati gimana? Ini mao kawin, bukan kamu mao mati, kamu kawin itu hidup lah!”

HAHAHAHAHA. So cute lah pastor! wkwkwk

At the end of that sidang, the three pastors said si G harus kasih limit waktu. And G said sebulan. So yeah in a month he has to make a decision mau commit ama gue apa ga. Something like that.

So, we went back to Singapore. And saya harus menunggu lagi.. jeng jeng jeng… And kali ini gue diharuskan untuk bener2 diem and be still. Gue mesti serahin semuanya ke Tuhan, kan so far Dia terus yg taking care between me and G .. so yeah I’ll just have to be still aja…

Eh ga gitu lama gue dapet artikel ini pas baca di blog temen…

MENANTI dengan frustasi dan putus asa, aku berteriak. Perlahan, dengan sabar, dan dengan kasih Tuhan menjawab. Aku mengerang dan menangis tersedu mencari jawaban, dan Tuhanku menjawab dengan lembut, “Anakku, engkau harus menanti!” “Menanti dan menanti?”, jawabku singkat. “Tuhan, aku butuh jawaban, aku ingin tahu mengapa! Apakah tanganMu terlalu pendek? Atau apakah Engkau belum mendengar jeritan hatiku? Dengan IMAN aku bertanya padaMu, dan aku menggali fimanMu. Masa depanku dan semua yang aku dapat handalkan mengambang, dan Engkau menyuruhku untuk MENANTI? Aku butuh jawaban “Iya”, atau persetujuan dariMu, atau bahkan jawaban “Tidak” sehingga aku dapat berhenti dari apa yang sedang aku lakukan. Dan Tuhan, Engkau sendiri berjanji, bila kami minta sesuatu dengan percaya, kami akan menerimanya. Dan Tuhan, aku sudah berkali-kali bertanya, dan inilah tangisku: “Aku sudah capek untuk bertanya-tanya! Aku butuh jawaban!!!”

Kemudian dengan perlahan, lembut, Tuhanku kembali menjawab,  “Engkau harus menanti”

Aku tersungkur, mengalah dan protes kepada Tuhan, “Tuhan, untuk apakah aku menanti?”

Kemudian Ia berlutut dan air mataNya berlinang, dan dengan sangat lembut Ia berkata,

“Aku dapat memberikan engkau tanda. Aku dapat menggoncangkan langit dan menggelapkan matahari. Aku dapat membangkitkan orang mati, dan dapat membuat gunung bergerak. Semua yang engkau minta, aku dapat berikan. Engkau bisa memiliki semua yang engkau minta, TETAPI, engkau tidak akan mengenal siapa AKU.”

“Engkau tidak akan mengenal betapa dalamnya kasihKu kepada setiap orang percaya; Engkau tidak akan merasakan kuasa yang aku berikan kepada yang lemah; Engkau tidak akan belajar melihat ditengah awan kehancuran; Engkau tidak akan belajar percaya bahwa Aku selalu besertamu; Engkau tidak akan merasakan sukacita, aman dan tenang dalam naungan sayapKu, ditengah kegelapan dan keheningan yang mencekam; Engkau tidak akan merasakan dalamnya kasih dan damainya Rohku; Engkau tahu aku memberi dan menyelamatkan; Namun engkau tidak akan Merasakan detak jantungKu. Mendapatkan rasa aman dan tenang menjelang malam. Beriman ketika engkau berjalan tanpa pengelihatan. Mengenal Tuhan yang tidak hanya memberi apa yang kamu minta, tetapi membuat apa yang kamu terima kekal.”

“Engkau tidak akan pernah menyadari arti “Kasih karuniaMu cukup bagiku”, bila rasa sakit itu berakhir dengan cepat. Ya, impianmu dapat menjadi kenyataan dalam semalam saja, tetapi apakah artinya bisa Aku harus kehilangan apa sedang aku lakukan didalam engkau!”

“Oleh karena itu, anakKu, engkau akan melihat bahwa HADIAH YANG TERBESAR ADALAH MENGENAL AKU. Meskipun sepertinya jawabanKu terasa terlambat, tetapi jawabanKu yang paling bijak adalah: “MENANTI”

OH WOWWWW!!!

EXACTLY LIKE WHAT I GOT FROM GOD FOR THE YEAR 2008!!!

Hehe. Gue dapet kata2 ini dari Tuhan ditaon 2007:

“Things will not be easy for you. 2008 will have you run even faster. There will be harder trials and challenges. But MY GRACE is sufficient for you. Though you may stumble, you may cry out to Me to take the cups away, but I promise you, … through all these trials, YOU WILL KNOW WHO I REALLY AM…. And that’s the greatest reward of all….

Muaaaanttteep lah Tuhan ini! :D Sama gak? sama gak???? Sama kan!!!! hehehehe

So yah, during those times, Tuhan lg ajarin gue to be a woman yg utuh dan secure. Si G seperti itu sifat dan sikapnya to me,  somehow it’s good supaya I dont keep expecting him to fill my love bucket (read: ember kehausan akan cinta wkwkwkwkw). Which is very true for lots of women. We must make sure our love bucket can only be filled fully by God. That’s what He wants me to learn. To know that He loves me like no other man can. :) ( Amin, cewe-cewe???? )

To learn to be a woman yg utuh, tak kekurangan satu apapun, to be a woman yg stabil perasaannya, yg bijak dan tenang, yg no matter what circumstances arise ttg si G, gue tetep firm and know that He wants me to mematikan perasaan dan membangkitkan roh. No matter what happened, gue ga boleh bimbang/gusar/goyah. Tapi tetep focus, telan perasaan dan maju terus!

Tidak gampang sodara2!! Tuhan langsung kasih challenge! hehehehe

Ternyata sebulan kemudian, si G tetep tidak bisa memberi keputusan or commitment. Gue agak lupa sih ceritanya gimana, cuma inget samar2. But that moment, gue ingetnya, kita ngobrol apaan di telpon and gue jadi gusar bgt, and in my kemarahan dan kebetean, gue bilang ke G “Ya udah, gue stop doain loe aja!” .. something like that. G marah, gue marah, pastor Bobby marah .. whwhwhahahahah…

Ya singkat cerita, gue akhirnya dimarahin ama Tuhan. Karena gue decided to let him go. Tuhan hajar gue abis2an. Gue ada tulis di blog saat kejadiannya terjadi taon 2008…click disini dan disini buat baca…  Gue sempat nangis berhari2 tuh hAUEhauEhuaEHaE. :P

Ttg cup yg gue tulis di 2 blog posts itu adalah keputusan where I must continue praying for G. Meskipun ga tau sampe kapan. Dalam ati sih udah cape buanget. But Tuhan sodorin that cawan for me to drink, Dia ga paksa, but I know He wants me to drink it.  To surrender my perasaan, emotion, will and keep praying for G faithfully, meskipun ga ada tanda or whatsoever.

Singkat cerita lagi, gue ama G rekonsiliasi. Kembali lagi berdoa for each other.

CHAPTER 12: THE MOVE

In July 2008, Tuhan buka jalan buat G skolah alkitab di Singapore. So he moved from Johor kesini. Ya of coz hepi donk gue. Itu yg gue doain. Karena susah kalo jarak jauh gitu.

Nah di greja, kita pelayanan bareng, lebih saling mengenal satu sama lain. Lebih sering telpon2an sampe subuh hehe.

Ini berlangsung selama setengah taon lebih. But kita belon pacaran or whatsoever. Masih kayak nothing happened gitu between us kalo ketemuan. Cuma di telpon aja sering ngobrol sharing2 apa yg didapetin from God. But outside, kita bener2 like temen biasa. Sampe anak2 greja yg tau, suka gregetan kalo ngeliat kita hUAEHUAEHuAE. :P

Nah in the beginning of 2009, gue kira hubungan ama G ok2 aja. Kita saling mendalami each other. But somehow ada moment2 yg gue ngerasa kayaknya kok gelap ya. Dia sih sikapnya masih sama, agak2 cuek gitu ama gue. Dan gue smakin kerasa gelaaaaappppp. Kok Tuhan ga kasih penerangan apa2 nih. And kayaknya hanging banget sih about us. Bener2 gantung ga ada kelanjutan…

Bulan Maret, gue, G, ci Mar, ko Jo, pergi ke Muar, buat ikutan conference nya si Jonathan David for a few days. Disini kita belajar bgt ttg Firman Tuhan. Dasyat abis lah revelation2nya. Sehabis pulang dari Muar, kita berempat makan di satu resto. Si ko Jo and ci mar nembak ttg gimana kabar hubungan kita berdua. Gue diem, si G diem. Ci Mar nanya G, “gimana kamu sama Nelly?”

And setelah diam sejenak, G bilang… “emang ga ada pilihan laen ya ci?”

APA GUE GA KESELEK DENGER ITU!! HAHAHA Then ko Jo and ci Mar said “pilihan apa lagi? Udah jelas2 ini dari Tuhan kan?”

So yah saat itu sih gue cuma geleng2 kepala. Ga gitu upset anymore with his answer. Udah kebal. Cuma ga abis pikir aja, ini anak kok muter2 lagi sih. Apa coba maonyaaaa, I laugh about it sih.

Trus bulan April, kita rame2 satu gereja pergi ke retret ke Malaysia, with G too of coz. Pastor Rajaan yg jadi pembicaranya. Dia adalah seorang nabi yg ministry di Malaysia.

Pas dengerin Ps. Rajaan kotbah, gue jadi teringat ttg hubungan gue and G yg gelap ini. Dan gue bilang sama Tuhan. “Lord, please say something. Apaan deh about us. Gue ga tahan nih Tuhan. Seems like skarang kita bener2 hanging, unfinished. Please help me to finish it Lord! “

Then ga gitu lama, Ps. Rajaan altar call and this is what He said, “I felt some of you here, I see unwritten paper, unfinished, hanging, unsettled. Some of you have to make a decision. It’s involving you and someone else…”

WHOAH! Skali lagi! Tuhan memang muaannnteeppp!

So, gue maju.. and tidak disangka, ternyata G juga udah maju ke depan.

Then Ps. Rajaan berdoa buat gue…

“Don’t be disturbed, don’t be disturbed, don’t be disturbed”, dia sampe ngomong tiga kali, then suddenly he stopped praying and ask,

Ps Rajan : What’s your name?
Gue: Nelly
Ps. Rajan (looked into my eyes) : Nelly, look at me… look at me. God said to you, don’t be disturbed. Peace in God, peace flowing to you right now. God’s promises are faithful. He will settle it for you. He will finish it… “

WOWWWW tenkiu Lord for the Word!!!

But gue masih ga ngeh knapa Ps. Rajaan serius bgt ngomong ke gue nya “don’t be disturbed” sampe berulang2 and make sure I got it. Little that I know minggu2 kedepannya, hubungan me and G diobrak abrik sampe muanteppp dehhh!!!

OK pembaca, kalian sudah menghampiri klimaks dari kesaksian ‘How I know he is the one from God’.

Sampe disini dulu ya. Saya akan sambung mudah2an secepatnya.. wkwkwkwk :D

Update: Click here for Part 6

Protected: Komik Noel Mengunjungi Aiden

This content is password protected. To view it please enter your password below:

How I know that he is the one from God (Part 4)

To read previous chapters, click:
Part 1
Part 2
Part 3

CHAPTER 6: THE OTHER WOMAN

So setelah gue balik dari Summer Mission, gue smakin diteguhin abt G. Meskipun hati ini kayaknya masih terombang-ambing, kayaknya pinginnnn aja lepasin. But somehow Tuhan kok terus nguatin sih. Hehehe.

A few weeks after SM, gue ke Johor and pas mo balik ke Spore, dianterin ama si G ke perbatasannya. Nah disitu tiba2 dia ngomongin soal ‘kita’ and ga tau gimana, gue jadi ngomong apa yg gue alami di SM (bukan ttg apa yg Ps. Hanafi ngomong) Tapi ttg apa yg terjadi di SM ama gue sehabis gue bawain seminar Love, Sex and Dating. As in, how the Devil attacked me and opened my old wound etc. And tiba2 G bisa diem gitu and after he listened to what I shared, he said this.. “sebenernya waktu kmaren ini pas kamu lagi SM, aku kan ke Harvest Festival. Ada Ps. Jimmy Oentoro bagiin firman. And tiba2 he said a few things and somehow aku jadi keinget kamu and wonder ‘apa Nelly dapet yg sama?’ “

Maksudnya, saat itu G dapet sesuatu dari Tuhan.. a statement gitu. And he tiba2 wondered if I got the same thing. Eh pas gue cerita ttg Summer Mission, ternyata pas banget ama apa yg dia dapetin. Maksudnya gue ngalamin yg sama gitu. Gue ga bisa tulis disini sih coz private heheheh.

Which is funny coz waktu di Summer Mission, gue kan tau G bakal ke Harvest Festival, and I was like crying out to God gitu, ngomong ke Tuhan, “ngomong kek ke G ttg gue or peneguhan or whatever lewat seorang hamba Tuhan… ” heheheh. Nah peneguhan yg didoain ama G ttg gue adalah kita dapet peneguhan yg sama. And ternyata terjadi pas gue di SM and dia lagi di HF.

So setidak2nya ada sekecil titik terang lah ttg kita wkwkwkwk. But anyway, G masih doain peneguhan2 yg laen kok. So yah kita masih kayak ga ada apa2.

Nah sebenernya ada something interesting happened before I went to SM. Pas gue abis sharing2 firman and kesaksian ama jemaat yg di Johor, ada satu cewe (sebut aja X) yg tiba2 samperin gue.

X: Kak, aku mao curhat ama kakak…

Gue: Oh, silakan. Ngomong aja..

X: Ini ttg aku dan satu cowo..

Gue: Mmmmm.. ok… (somehow tiba2 gue teringat ttg G, and inget ada beberapa cewe yg doain dia. And dalam hati gue bilang ‘aduh please jgn ttg dia and G….)

X: ini ttg aku dan G….

Gue: Ohhh… (dalam ati, *gubrak*.. oh noooooo!!!! HAEUhAUEHuAHE)

X: Gini kak, aku sama G lagi dekat banget dan etc etc.. bla bla bla (panjang deh)

Gue: Hmmm.. (dalam ati, aduh Tuhan, gimana ini! Kok dia jadi curhat ttg hubungan dia ama G, gimana kalo dia bilang G itu dari Tuhan buat dia. How should I answer?!?!? Aduh Tuhannnnn, stop in donkkkkkk. Gimana kalo dia nanya ke gue, apa G buat dia… Oh lord, heleeepppppp. Eh then tiba2 Tuhan cuma ngomong, ‘Dengerin terus… u’ll know how to answer later..’. So yah udah, gue dengerin si X cerita sampe berbusa2, padahal hati gue udah berkecamuk ga tau mo ngomong apa hhUEhuAehuAEHaE)

Ya at the end, somehow Tuhan bukain beberapa hal. Malah gue jadi tau pergumulan si G, yg dia ga pernah kasih tau gue. And from what happened between X and G, gue bisa liat Tuhan mo apa dari gue. By God’s grace, gue dapet hikmat lah how to handle X, how to counsel her with pure heart. And at the end malah X sendiri yg bilang dia sebenernya ga yakin kalo si G itu buat dia. But anyway, perlu gue jelasin disini that G ga ada apa2 sih ama X, but si X aja yg agak sensitip and she was so hungry of love. That’s where I came in to counsel and guide her. But dari sini gue jadi beneran dibukain ama Tuhan pergumulan G di Johor, gue jadi dengar dan liat sendiri gosip2 yg beredaran ttg dia, which padahal gue tau he’s not like that at all. Somehow ya Tuhan bikin gue melihat dengan mata gue sendiri that he’s not what the gossips were all about. Which is interesting karena saat me and G mao merit, gosip2 itu muncul lagi. And malah ada salah satu leader yg approach me and percaya that gosip, but gue bisa ngomong dengan strong conviction that the gossip was wrong, I was there and I knew exactly was going on. Amazing deh Tuhan. He did that so I can stand firm beside G when he was attacked. :)

CHAPTER 7: THE LITTLE HOPE

About a month plus after SM, G dateng ke Spore buat perpanjang visa Malaysianya. And kita ketemuan ama ci Mar and ko Jo. Ga inget ngomongin apaan but yang pasti kita berdua tegang banget, udah kayak disidang aja ama mereka. HAEUahUEhAE. Yg pasti sih mereka terus tegasin G supaya serius doainnya. And sehabis pulang dari tempat itu, G dan gue ngobrol2 sampe subuh. G bilang sebenernya dia udah dapet beberapa peneguhan ttg gue, but dia masih mao minta lagi. Salah satu peneguhannya adalah saat dia lagi iseng2 mikir mao ama cewe lain, eh Tuhan tiba2 bilang dengan jelas ‘No, akan terjadi ketidak kekudusan kalo kamu sama cewe laen. Tapi kalo sama Nelly, kamu kudus’. Dia kaget banget! Waktu gue ceritain ke ci Mar, ci Mar sampe merinding, dia bilang “wow dasyat, Tuhan ngomongnya langsung soal kekudusan!” AHEUhaEUhaEaE..

And the next day, si G pulang ke Johor. Dia sms ke ci Mar, and … those sms di forward ke gue ama ci Mar.. hAUEhuaEhuAEHae

Gue tulis sini deh ya.. abis kocak (bagi gue sih.. pas gue baca ini gue ngakak loh coz lucuuuuu… AHEUhAUEhuAEHAE :P )

G: shalom ci, sebetulnya saya udah dapet bahwa Nelly buat saya dan ada damai sejahtera buat saya, tapi saya harus dapet peneguhan lagi. Saya ga mao salah ci. Tapi apa betul ci2 masih kasih kita green light? Coz even saya udah dapet Nelly buat saya tapi saya masih harus tetep fokus ke pelayanan dan mission development Malaysia

Ci Mar: yap, karena hubungan yg dari Tuhan tidak akan menganggu pelayanan tapi membangun kita dan justru kita smakin dewasa dalam Dia.

G: Thanks ci, but gimana kalo menurut ci2, saya fokus dulu dengan pelayanan Malaysia dan ttg relationship ama dia, saya ga fokusin dulu kesana karena saya ga mao jatuh hati dulu.

Ci Mar: hehe. Jatuh hati itu natural, jangan takut dan dibatasi. Nikmati kasih itu, pernikahan itu indah, pasti kali ini beda

G: ok sih tapi most kalo udah jatuh hati, dalam pelayanan ga jadi 100% malahan bisa berkurang betul ga ci?

Ci Mar: No, pasti tidak karena kamu ciptaan yg sudah diperbaharui. Man of God

G: oh ok then ci, thanks for ur advice.

Wakakakakakak, gue ngakak bacanya coz so polos and kocak banget nanyanya. :P

Ya dia begitu karena dia ada trauma dikit lah ama relationship. G pernah jatuh dalam relationship and it affected his ministry badly. And dia ga mao kayak gitu lagi. Dah trauma. Karena dia tau idup dia buat pelayanan so he wanted to make sure that nothing affect his pelayanan lagi. Begitu.

And G said this to me,

“aku ga bisa jaga jarak sama kamu. Selalu ada aja yg bikin aku harus telpon atau kontak kamu. Pastor Bobby juga (his pastor in Johor). Padahal aku sudah  bilang ama Pastor kalau aku mao konsen ama pelayanan. And he said ‘ok, kamu fokus aja ama pelayanan’ tapi ga lama gitu pastor Bobby bilang, ‘G, kamu coba telpon Nelly minta tolong ini itu’.. nah aku itu bingung Pastor Bobby ini sengaja atau apa.” HAEUhauEhuAEHAE

And I shared too that so many times gue mao lay low tapi ga bisa. Selalu ada aja yg bikin kita harus kontak. Semacem kayak ada kekuatan diluar kita yg berusaha nyatuin. Like what ci Maria said. Padahal kita berdua tuh udah males banget kontak each other becoz of our ‘pride’ and karena mo jaga hati ceritanya.. wkakakakkak

But sometimes, gue ngerasa kesel ama G, karena kok dia sepertinya ga maju2 sih (yah namanya juga cewe :P ). Jadi cape lagi gitu lah. But then Tuhan sering ingetin and nabok gue.. hehehe. He said..  (catetan gue di diary)

Patience is willing to wait. Sebenernya Tuhan juga lagi deal with me. Total surrender to His will and ways. So, mimpi and hasrat gue harus mati, not like mati forever, tapi berikan ke dia semua. Sampe udah ga ada lagi hasrat lagi di dada, but really just rely on Him, terserah Tuhan lah. Lagian ini Tuhan gitu loh yg we talk about, He can make a stone to talk to G if He wanted to, tapi sampe skarang ga kan, that means He is having something else in mind. Maybe He is doing something, apaan gue ga tau. Maybe, preparing something. But ya ini Tuhan gitu loh. But what I know is gue dibawa ke level lebih dalam lagi pengertian gue ttg Dia. To know His lordship over me. So that’s what He’s teaching me thru this… its not really all about G, tapi He is dealing with me too.

So yeah, maksud Tuhan, jadi cewe ga boleh grusa-grusu, gampang kebawa emosi etc etc. Itu kan kelemahan cewe, suka di rule over ama emotion. Remember His verse yg bilang ‘a gentle and quiet spirit is very precious to Him’? hehehehe

CHAPTER 8: THE OTHER PASTOR

One Friday, gue and G ngobrol ditelpon, and he said that Pastor Bobby tiba2 ngajak dia ngobrol dari hati ke hati ttg gue, that G harus mulai mempersiapkan diri ttg pernikahan.. etc etc.. AHEUhAUEhAE. Yah G kaget lah digituin. Padahal kita ada apa2 aja enggak.

And the next morning, gue iseng2 ngomong ama Tuhan. “Lord, kan Pastor udah ngomong dari hati ke hati nih ama si G. Gue juga mao donk Ps.Bobby ngomong ke gue…”.

Biasa ngomong iseng, but be careful kalo minta iseng2 ama Tuhan, karena gue ternyata sering dikabulin wakakakak.

Beneran, kira2 ga sampe 10 menit kemudian Ps. Bobby telp gue and said this, “Nel, kamu bisa dateng ke Johor hari ini? Pastor mao ngomong dari hati ke hati sama kamu… “

EAHUEhuAEHuAEHuAEHAEUH apa ga muantep banget Tuhan ini wkakakkakakka… :P

So yeah, gue dengan terbengong2 langsung meluncur ke Johor. And finally gue ketemuan ama Ps. Bobby and lunch bareng berdua. And lucunya Ps.Bobby mulainya gini, “Pastor liat dari kebersamaan kalian ada kecocokan. Knapa ga doa aja bareng, harus ada yg mulai, jgn diabaikan.”

Wakakakaak, ya langsung deh gue open ama Ps. Gue ceritain smua akhirnya. And akhirnya Pastor ngomong ini….

- “selama 1 ½ taon kamu doain G, bergumul etc, ga dapetin jawabannya dari dia, karena dia sendiri ga doain dengan serius. Tapi emang itu masa yg harus kamu alamin untuk mempersiapkanmu”

- ” Pastor dulu2 itu ga ngeh, cuma kayak tau2 aja ada sometg antara kamu and G, tapi Pastor cuek. Pastor yg laen juga pernah bilang jodohin aja Nelly ama G, tapi ya Pastor take it as fun2 aja. Sampe jumat kmaren, tiba2 aja Pastor jadi keinget tampang kamu terus. And baru ngeh sepertinya kamu ama G ada apa2, and ya Pastor heran aja. Kan kamu tau sendiri di johor pelayanan itu banyak banget yg mesti dipikirin tapi kok bisa keingetan wajah kamu terus. Dan Pastor ngerasa Tuhan suruh Pastor melakukan sesuatu. Makanya Pastor panggil G kmaren… “

-  “Selama ini banyak pastor-pastor yg dipakai Tuhan untuk meneguhkan and menguatkan kamu, tapi Pastor Bobby lah yg memegang kuncinya. Kan Pastor yg membimbing G di Johor ini. Maka itu skarang Tuhan bilang ke Pastor untuk menyelesaikan ini smua”

- “Maksud Pastor manggil kamu dan G, supaya kamu denger dari mulut G sendiri kalo dia akan doain kamu dengan serius. Pastor udah bilang ama dia, kalau dia yg digituin orang laen gmana. Digantung sperti itu. Dia ga boleh gantungin kamu. Skarang udah 1 ½ taon, masa mau nunggu 4 taon, kamu mao gimana nunggu slama itu gara2 G ga serius doain”

- “Jadi Pastor ambil keputusan, kita bertiga doa bareng, Pastor juga akan doain kalian. And pasti dengan doa sama2 gini, Tuhan pasti kasih tau kehendakNya. Kalo jawaban Tuhan iya, berarti kamu harus menyamakan visi ama G. Tapi kalo bukan, ya kamu bakal jadi dasyat, wanita yg punya value, yg tabah. Yg orang lain nanti akan lihat ada sesuatu yg berbeda ttg cewe ini”

HAUEhuaEHuAEHuaEHuaE.. ya gitu deh. Cara Tuhan emang seru. :)

So sorenya Pastor Bobby ngajak ngobrol kita berdua…… eng ing engggg….

Click here for Part 5

How I know that he is the one from God (Part 3)

To read previous chapters, click Part 1 and Part 2.

CHAPTER 4: THE ‘ONE YEAR’

So yeah, gue kan bikin janji ama Tuhan that gue tetep doain G for a year, kalo ga ada apa2 within that year,  gue bakal lepasin dia. And entah knapa, after that kejadian, ada aja yg bikin kita harus kontak2 quite often.  Gue udah males2 gitu padahal. Ada sedikit menghindar sih, for example, gue disuruh Ps. Bobby bikin apa gitu, gue telpon Ps. Bobby tapi malah dioper terus ke G. Sering bgt yg kayak gitu. Jadi mao ga mao gue harus berhubungan terus ama dia.

Pokoknya slalu adaaaaa aja.

Ada dimana suatu hari, dia mesti ke Spore, buat bisa renew his Malaysian visa and to attend Benny Hinn crusade. So he had to stay in our place for a few days with ko Yusak. And waktu itu gue iseng2 ngomong ama Tuhan, ‘Lord, 2 minggu lagi ada IFGF training loh (gue ga inget training apaan, but it’s quite important), si G stay aja disini sampe 2 minggu biar bisa ikutan tuh training, and skalian supaya gue bisa get to know him better. Let Ps. Bobby yg ngomong ke dia gitu supaya stay di Spore for the training’… but bagi gue sepertinya ga mungkin bgt karena kalo kalian tau IFGF Johor itu sibuknya setengah mati. And G ini salah satu staff yg paling dibutuhkan disana, ga mungkin ama Pastor Bobby dibolehin stay di Spore for abt 2 weeks plus.

Eh abt a day later, Ps. Bobby telpon G and said that G tinggal aja di Spore buat ikutan trainingnya… AHEuAHEuAHEuAHE. Yah kaget lah gue. Makanya gue sering2 iseng gitu ngomong apa ke Tuhan ttg G, eh beneran dikabulin. Bikin penasaran aja si Tuhan ini… hehehhehehe.

And in April 2007, karena sesuatu hal yg terjadi, (gue ga cerita disini coz kepanjangan hehehehe), G akhirnya tau gue doain dia. Dia kaget bgt, but didepan ci Maria, dia bilang ok he will pray for me too, but dia sama skali ga dapet apa2 ttg gue and he lagi ga fokus ke relationship. But anyway,  finally we agreed to pray for each other.

Slama 2 minggu itu, kita lebih banyak ngobrol and I got to know more about him. Abt his vision and mission. And gue cerita aja lah apa yg gue dapetin. I think I told him too about kejadian ama Ps. Jukian itu heheheh. But I remember that time gue juga terus terang ttg my janji to God yg ‘setaon’ itu. But G agak ga setuju karena sebenernya dia baru mau mikirin pasangan idup 4 taon lagi. So he talked to ci Mar,

G: Tapi aku maonya 4 taon lagi ci, while dia (gue) setaon…
Ci Mar: Ya sepertinya mustahil kan? dengan hal yg mustahil ini, kamu bisa liat Tuhan bekerja
G: Ok lah, aku hanya tinggal berdoa aja…

Then after a few weeks, gue malah ngerasa cape sendiri, and ngerasa gue yg make my own decision without consulting God. Kan semestinya gue percaya with His timing. And harus menunggu waktu Tuhan. Jadi lady in waiting itu ga gampang, but akhirnya gue surrender ama Tuhan. Gue ambil keputusan, terserah deh Tuhan, si G mo 4 taon lagi kek, mo 10 taon lagi kek, ya pokoknya I trust Your timing. Kalo udah waktuMu kan ya pasti Engkau kasih ultimatum ke dia. Gitu aja deh. And I also learned kekuatan wanita itu terletak in her quiet strength. Like the bible says…

You should clothe yourselves instead with the beauty that comes from within, the unfading beauty of a gentle and quiet spirit, which is so precious to God.
(1 Peter 3:4)

So I know Tuhan lagi bentuk gue dalam bidang itu. Can’t u see a woman with a gentle and quiet spirit is very precious to God? heheheheh So yeah akhirnya gue hapus keputusan gue ‘setaon’ itu hehehheheh. So I learn to really trust Him, if G is really for me, He will make things happen in His own way. Gue ga mao buka2 pintu dengan cara gue sendiri. I learn to let things go, and because of that gue malah bener2 lihat Tuhan bekerja secara luar biasa for me :)

Sehabis gue ambil keputusan lepasin that ‘one year’ thingy, hati gue jadi plongggg banget. Attitude gue jadi a lady in waiting. Waiting in anticipation, seperti yg dulu firman yg gue dapetin. Wait in confidence. Waiting patiently coz I know I can trust Him.

And gue sempet digetok ama Tuhan ttg attitude gue yg salah itu. Seperti orang yg cengeng. Bukannya gue ini mestinya pemenang. Kok sepertinya gue mengeluh dan ngomong2 ga kuat kalo harus nunggu lebih dari setaon. Kenapa kok mengeluh and yakin kalau ga kuat?… Mengeluh itu pun definitely bukan dari Tuhan, itu udah tanda yg pasti bgt. So ya Tuhan bilang gue harus bangkit, no more self pity. :)

And guess what, throughout this time, gue dapet pewahyuan2 ttg ‘wanita yg cantik dimata Tuhan’ :) So yes, waiting period itu sakit2 indah, but the fruits yg dihasilkan adalah luar biasa. :)

Anyway gue pernah tanya G, ‘knapa kok loe mao doain gue while cewe2 lain doain loe tapi loe ga mo doain mereka?’, and he said ‘becoz I respect ci Mar, and since ci Mar itu spiritual leader and she asks me to pray abt u, jadi ada dasar alkitabiahnya gue doain loe. Ga kayak cewe2 yg laen, yg mereka pikir mereka dapet dari Tuhan tapi ga ada dasarnya sama skali.’ Wkwkwkkwkw, somehow gue jadi lebih respect dia :) Karena sebetulnya setelah beberapa lama, gue tau ternyata ada beberapa cewe lagi yg doain dia HAUEhaUEhuAEhaUHE…  And ga sekali aja si G pernah dinubuatin ama beberapa hamba Tuhan. Ada yg bilang kalo G itu harus menikah, karena kalo dia ga nikah, it will bring trouble to his ministry, karena akan banyak cewe yg doain dia. HAEUhAUEhuAEhuAHEe.. So makanya G sangat berhati2 soal pasangan idup karena banyak yg ngerasa kalo G buat mereka dari Tuhan. Pokoknya saat itu si G seakan2 jadi ‘kembang’ di IFGF Johor.. AHEuaHEuaHEuaHE :P But yah gue ngeliat dia bukan tebar pesona disana, tapi emang karena dia itu an anointed person, people are drawn to him easily.

Gue inget tuh satu kejadian yg gokil abis. Waktu selesai acara Christmas Celebration di Johor, cewe2 pada ngantri buat poto ama si G. Asli dia ditarik sana, ditarik sini buat poto bareng. AHEuAHEUhAUEhAE Gue sampe ngakak wkwkwkkwkw.

So yeah anyway, gue jadi ngerti lah kenapa dia sangat ati2 ttg pasangan idup. :)

CHAPTER 5: THE SILENCE

For the next few months, gue sering beberapa kali dapet visions or mimpi ttg G. And gue selalu cerita ama ci Mar. Ci Mar juga curious becoz what I get for G itu, pas dicheck, ternyata tepat. Most of the times ttg his spiritual condition. Pas dia lagi diserang banyak hal, gue bisa tau apa yg serang dia, padahal dia ga pernah cerita. But when I told him, ternyata bener. And this happened many times. Interesting. And biasanya malah dia ga aware of the things attacking him, sampe gue yg kasih tau, then dia jadi lebih aware.

But anyway, other than those, gue cuma kontak dia kalo disuruh Pastor aja. Lagi perlu apa gitu baru kontak. So basically, we hardly talked abt ‘relationship’ or peneguhan2.

And I forgot what actually happened during these times, but gue cuma tulis di diary gue

1/8/07
Alo Tuhan. Banyak yg terjadi.. males cerita :P , maybe after I come back from summer mission.

I have to leave things behind, and concentrate on Summer Mission. Thank You Lord.

heheheheh gitu doank sih, so I cant remember what happened. But yg gue inget saat itu gue bener2 dalam kegelapan. Ga ada titik terang sama skali ttg hubungan gue and G. And banyak rumour2 abt him yg bikin gue jadi cape lah. But one thing I know for sure, G ga serius doain, karena relationship was the last thing on his mind saat itu. Yah namanya gue cewe lah ya, cape juga gitu kayaknya hAUEhAUEhuHEAE.. :P

So I decided to let go of all these dulu. karena gue mao concentrate ama Summer Mission. Seperti yg kalian tau, Summer Mission itu tiap taun diadain di Indo, where kita keliling ke kota2 and desa2 kecil selama 3 minggu. And kita cuma boleh bawa barang 8 kilo doank di backpack. Thats all… hauehaUEhaUheaE. Jadi dibatesin banget. Kita keliling ngadain KKR, pengobatan, seminar etc etc. Seru banget pengalamannya. Kalo mo baca ttg my awesome SM experience, u guys can click here.

Disitu gue ada mentioned G dikit sebenernya hehhehehehe.

Nah on the last day of SM, our team leader, Pastor Daniel Hanafi, prayed for us individually. Satu2 dinubuatin gitu. Gue waktu itu udah merasa gelap ttg si G.

Waktu Pastor Danny doain gue, he said this…

-          Sometimes, you asked God, why each time I offer myself whole like a loaf of bread, I got it back broken into pieces? But its like Jesus, he broke the bread to feed many others.

-          There is gonna be an increase… new life will come…

Pas dia bilang ‘new life…’,  gue dalem ati cried out to God,… ‘Lord, please say something abt G’

Eh Pastor Danny tiba2 langsung bilang..
“your partner will come soon, and together you will reach the multitude. You will be a spiritual parent for the broken.”

Wuihhhhhh sapa yg ga shock coba!!! Tuhan langsung jawab! HEUhAUEhAHEE

(Bersambung) .. karena lagi males nyambungin hehehe

Part 4 is here

How I know that he is the one from God (Part 2)

Please read the previous chapter if you haven’t done so. To read it, click here

CHAPTER 2: THE FASTING PERIOD

In previous chapter, gue kan bilang ternyata  somehow G beneran jadi putus ama cewenya. Gue definitely kaget, and saat itu gue kan emang lagi doa puasa ttg G ini. When this thing happened, gue jadi penasaran dan jelas2 lebih semangat puasanya. HEuAHEuHEAE. Karena seemed like Tuhan nyata banget bekerjanya. Looking back, I was actually puasa for 4 months lebih loh. Everyday, ga makan sampe jam 5 sore. Looking back, I dunno how I did it. Kok bisa ya gue? Wakkakakaka. Gue beneran jadi langsing abis saat itu. Hal yg AGAK susah untuk dicapai saat2 ini.

Nah, akhir Dec 2006, Ci Maria suruh gue ke Johor buat ngeliat pelayanan si G. Which sebenernya gue males banget untuk pegi, karena gue ngerasa kok kayaknya gue desperate gitu kali ya sampe ke Malaysia gitu buat liat dia. But Ci Mar encouraged me to go so that gue bisa lebih tau beneran gak sih ini dari Tuhan. Kalo bukan, this case bisa lebih cepet diselesaikan gitu loh.

So I reluctantly went to Johor, hehehehe, pas waktu itu ada Christmas Celebration lagi di IFGF sana. Kita2 yg dari Spore diundang. IFGF Johor kan mostly mission work, so they did it in the middle of desa gitu. Very2 interesting. That was actually the first time gue kesiram dikit ama yg bau2 misi. Hehehehe. I always wanted to go mission but somehow gue ada rasa2 takut hehehe. Takut guenya tidak mampu menjalaninya gitu deh.

So yeah disana kita attended their Celebration yg dihadiri about 2000 orang. I saw G on stage giving opening speech karena dia panitia and somehow… somehow.. gue jadi nangis loh saat itu.. AHEuAHEuAHEuAHE. Somehow… at that very moment I fell in love with his heart for God. I could see his passion, his vision, his calling. And that’s wat made me cry. Aneh banget HAUEhaUEhaUHEaE. Padahal dia cuma ngomong kata pembukaan gitu doank, less than 5 mins, but he also shared some stuff which I couldnt remember what, tapi ga tau knapa gue bisa ngeliat his vision and calling and that’s what touched me sampe gue nangis. HAEUhAEUAUEh Apa cobaaa.. Tuhan ini bener2 deh.. :P

And it made me so inspired to go and chase His calling for me too. :D

Early 2007,

Again, Ci Mar encouraged me to go Johor buat liat pelayanan G, mungkin ada yg bisa dibantu. Kali ini gue bilang ke ci Mar, “ok ci, I’ll go, but kalo  misalnya gue ga liat ada yg bisa dibantu, I’ll go back home and ga kesana lagi deh”

Yah karena it was taboo for me buat jauh2 ke Malaysia just for him. Wkakakakak.. ngapain gitu loh ih. :P Emang gue kurang kerjaan apa? (Well, that was my pride talking, which nantinya dihancurin ama Tuhan sampe leburrrrr wkwkwkwkw)

So, I went to Johor and somehow.. somehow pas disana.. gue dimintain tolong ama pelayan2 Tuhan disana to help them with their Sunday skul. Karena gue bekas Sunday skul teacher di Sydney dulu, and I actually would be able to gather some materials for them. Gue ngeliat sih Sunday skul mereka butuh bantuan banget. So yah akhirnya gue jadi bantuin mereka, sampe akhirnya juga gue mesti bolak balik ke sana ngadain training and stuff.

And lucunya, while ngurusin Sunday skul mereka, ternyata banyak hal lagi yg mulai come up. I was asked to help them with their designing, training other stuff and mulai keliatan that God sent me there to counsel some of the women there, banyak yg came to me buat curhat etc. Cewe2 yg udah pelayanan, terutama beberapa dari pendoa syafaat mereka. And karena masalah2 yg muncul among them, yg berhubungan dengan pemulihan hati mereka, ci Mar officially sent me there to build them. Kebanyakan dari mereka itu TKW yg butuh banget diajarin kebenaran Firman especially abt the value of Godly woman. Banyak dari mereka yg perlu dipulihkan dari kepaitan2 ama cowo, or bekas digunain ama cowo, I found out from them that their lives before was really bad pas di kampung asal mereka. Banyak yg menggunakan mereka for sex etc.

To cut the story short, slama gue di Johor, smakin gue bisa liat panggilan gue. Sampe akhirnya gue bener2 tau that I am called for mission, especially in teaching. Real-life teaching, imparting the word of God that’s been so real in my life and restoring the heart of many women..

Pas di Johor, sebenernya gue jarang bgt spent time ama si G, karena kita sibuk abis. Dia sibuk kesana kesini, gue nya juga sibuk gini gitu. So kita agak jarang ketemu and jarang bener2 ngobrol, but from this place, gue bisa liat pelayanan dia lebih lagi. And I really found him bener2 serius ama Tuhan.


CHAPTER THREE: THE SHAKING UP

Nah, after that, somehow gue kerasa kayaknya Tuhan ini kok smakin nguatin kalo G emang dari Dia. Banyak banget little2 confirmations gitu. Apa yg gue minta ama Tuhan, eh beneran terjadi gitu between us. So many, sampe not funny anymore. Tapi I waited and asked God for a really BIG CONFIRMATION. Something yg gue yakin dan yakin dan yakin kalo Tuhan berbicara. Soalnya gue ga mao sembarangan lah ttg pasangan idup. Bener2 ga boleh salah. Kalo salah, abis lah gue. Sebagai seorang istri, nantinya kan mesti submit ama suami. Kalo salah, berabe.. seumur idup gue bisa menderita. OGAH KALO NANTI IDUP GUE JADI KAYAK SINETRON YG HARUS NANGIS2 TIAP ARI!! oh ayahhh, tak mauuu aku tak mauuuuu!!! *dangdut*

Until suatu saat I spent one week di Johor for mission, that crazy week was just … crazy…. and romantic … :P Tapi bukan romantic ama G nya, … hihihi. Read on.

Selama tinggal seminggu disana, asik banget. Karena dibawa masuk ke desa2 yg sangat terpencil, ngunjungi penduduk asli Johor yg dihutan tinggalnya. Dan gue bobonya sama mbak2 yg tinggal di Mission House, mereka banyak cerita2 and sharing2. Saat itu, Pastor Jukian yg jagain IFGF Johor slama seminggu karena Pastor Bobby lagi tugas entah kemana. Suatu hari waktu gue lagi kerjain sesuatu di office mereka, Ps. Jukian ngajak gue ngobrol2. And gue cerita2 lah ttg kesaksian gue. Tiba2 somehow gue tergerak untuk cerita soal apa yg terjadi ama gue, ttg si G gitu lah. But gue ga kasih tau namanya ke Pastor. Then tiba2 dia nanya gue, namanya sapa tuh cowo. Ya gue kaga mao kasih tau lah. But si Pastor nih maksa, and dia bilang he need to find out something. Ya akhirnya gue kasih tau kalo itu si G. Si pastor sempet ngangguk2 dan terdiam bentar…. andddd.. ini serunya… he said, “pantesan kok Pastor dapet feeling that I need to know his name. Pastor mao kasih tau kamu that sebenernya ada dua cewe lagi yg dateng ke pastor and said that mereka yakin kalo G itu dari Tuhan buat mereka.”

WOOT!! GUBRAK GA SIH!!! HAEuhaeuhaUEh. Gue kaget abissss!!! Shocked lah gila! Then Pastor continue, “but somehow dari cerita dan kesaksian kamu, pastor lebih sreg sama cerita kamu. Yg dua cewe ini, yg pastor liat sih cuma suka2 aja ama si G. But anyway, pastor akan tanyain G buat kamu, karena Pastor ngerasa lebih sreg ama cerita kamu. So I will ask him for you”..

Gue: Hah??? jangan lah pastor!!!
Pastor Jukian: Gpp. Pastor ga akan ngasih tau nama kamu ke dia. Tenang aja. Pastur pingin tau aja dia perkembangannya gimana. Apa dia ada merasakan Tuhan bilang apa ke dia gak.

So on that day, gue deg2an abissssssss!!!! Then when I was there, I saw si Pastor ngajak si G masuk kantornya, and ngobrol lumayan lama berduaan. Gue udah ga tau deh gimanaaaaaa saat itu perasaan gue. Cuma bisa curhat2 ama Tuhan aja. And somehow shocked and so sad, saat denger that ada dua cewe lagi yg yakin kalo G dari Tuhan. Gimana sih! Gue sadnya karena I thought I was sensitive enough to hear His voice. Ternyata gue salah gitu!! Then I felt so downnnn bgt karena I started mikir apa slama ini I thought gue deket ama Tuhan and bisa denger suara Dia ternyata salah. Then I started to doubt myself, to doubt my pelayanan, to doubt everything! Apa slama ini gue salah denger suara Tuhan for our youth, for counselling orang2 etc. Yah pokoknya pikiran gue diserang abis2an ama si iblis jelek dan bau itu. I felt I didnt know anything anymore, but one thing I knew for sure at that time, that He loves me. Itu yg iblis ga bisa curi dari gue. And I claimed that over and over coz hanya kata2 itu yg bisa gue pegang at that time.

And finally, Pastor and G dah selesai ngobrol. And karena beberapa hal, Pastor Jukian ga sempet terus buat ketemu gue hari itu. So yah gue ga bisa tau updatenya.

Sorenya gue and mbak2 yg laen ke rumah Pastor Bobby, and disana gue ketemu bokapnya Pastor Bobby. Dia ini juga seorang Pastor, missionaris yg luar biasa. Udah tua padahal. Kita ngobrol2 ditamannya, karena gue ngeliat dia lagi berkebun. In the middle of the gardening talk, tiba2 dia bisa ngobrol2 ttg pasangan idup ke gue. Then tiba2 lagi, he gave me these two verses…

Matius 7:7- 8  – Mintalah, maka akan diberikan kepadamu, carilah, maka kamu akan mendapat, ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yg meminta, menerima dan setiap orang yg mencari, mendapat dan setiap orang yg mengetok, baginya pintu dibukakan.

Roma 12:12 – Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

And he looked into my eyes and  said, ” Tuhan akan kasih yg terbaik untukmu. Dan skarang bukan saatnya. Tunggu waktu Tuhan. Sabarlah..”

WAHH, saat itu didepan si Pastor tua, gue langsung nangis karena Tuhan langsung jawab gue. Padahal tuh Pastor ga tau apa2 ttg gue. Pernah ketemu aja kagak! Dan deep inside, gue jadi tau apa jawaban G ke Ps. Jukian. That is ‘now is not the time yet’ .

Nah at night gue pegi komsel, ada Ps. Jukian juga. Tapi dia yg membawa Firman, so gue ga ada kesempatan ngobrol ama dia. Gue ga ikutan komsel didalam, gue nunggu diluar sambil jagain anaknya Pastor Bobby yg namanya Gabriel and temennya yg namanya Suchien. Nah Gabriel ini anaknya lucu abis, gendut and ga bisa diem. At that moment, gue lagi down banget gitu deh. Then tiba2 Gabriel and Suchien tidur2an di paha gue. And tiba2 si Gabriel peluk2 gue terus and said “I love you” many many times. Dia tuh ga pernah kayak gitu. Biasanya juga pecicilan kemana2, ga mao duduk diem. But that night, dia senderan manis digue, pelukin gue and said I love u terus2an. Gimana gue ga banjir!!!!!!! I felt like Tuhan gunain Gabriel, to say that He loves me. Buat hibur gue gitu. Gue inget, saat dulu waktu gue diSydney, gue juga pernah suatu saat gue downnnnnnn bgt, and Tuhan gunain anak kecil Sunday skul gue, yg aslinya dia tuh buandel abis. Masih umur 7 taon tapi udah bisa swearing sana sini. But that moment, the day when I was sad, anak ini tiba2 bisa manis banget ama gue, and accompany gue masuk and duduk manis disebelah gue pas Praise n worship kebaktian umum. Hari2 biasanya, mana mau dia. Sampe  orang2 pada heran and nanya gue, “what have u done to him?” HAEuHAEUhAUEhAE… but at that time gue kerasa banget that He said to me, “You see how the children cherish you? It’s like how I cherish u.. “

WAAAAAAHHHHH gimana ga banjir lah gue digituin ama Tuhan!!! And that happened again with Gabriel. Saat itu kita dibawah sinar bulan purnama yg terang. When Gabriel did that to me, gue looked up to the moon, and felt His overwhelming love. Romantisssss banget pokok e saat itu.. hehehehehe :P

Setelah komsel selesai, akhirnya gue ketemu ama Ps. Jukian. And dia bilang that G kaget ada 3 cewe yg doain dia. Dia tau kalo ada dua and he mentioned the first two names, and Pastor Jukian bilang bener. But yg ketiga dia ga tau. Dia nanya ama Ps. Jukian, but Pastor ga mao kasih tau. And G bilang ke Pastor that dia udah lurusin with these two women. Yg satu malah terang2an bilang didepan muka G, kalo dia yakin bgt that G is for her from God. Yg satu lagi, G udah lurusin ke that cewe that he only treat her as his younger sis.  And karena Pastor tetep ga mau kasih tau nama cewe yg ketiga (alias gue), G finally said, “ok pastor, kalo cewe yg ketiga ini dapet kalo aku buat dia dari Tuhan, Tuhan pasti nanti ngomong ke aku. Tapi aku skarang sih ga dapet apa2, pastor, ttg pasangan idup. Aku masih fokus ama pelayanan”.

So yeah, gue sih udah ga kaget pas diceritain ama Ps. Jukian karena Tuhan dah ngomong lewat si Pastor tua.. heheheheh :)

At the end, Ps. Jukian cuma bilang gini: “sorry yah Nel abt that. But Pastor mo bilang sama kamu. Kalo kamu yakin banget dia dari Tuhan buat kamu, fight for it…”

Gue (yg lagi down bgt) bilang ke Pastor: Hmm, aku lepasin aja Pastor. Aku anggep dia bukan dari Tuhan aja skarang… aku udah cape…

But when kita balik ke Mission House, di mobil, gue merenung and looked back. Selama the past year, smuanya bukan gue yg merekayasa. A lot of things happened and smuanya Tuhan yg bukain. Gue malah yg ga mao2, tapi terus aja Tuhan bekerja. Gue yakin bgt itu. Nyata banget lah perbuatan Dia smua. So after that long journey home (abt 2 hours), gue bilang ke Tuhan, “Lord, I know that You are the one yg orchestrate ini smua. You are the one that shows me it’s him. So yeah, gue kasih waktu setaon deh. Kalo dalam setaon, ga terjadi apa2 antara gue dan G, ya udah, that means gue salah and he is not from You. Beres. But in the meantime, I will still pray for him. Mungkin emang dia buat gue, but he is not ready yet, so that’s why You said now is not the time. So yah setaon deh Tuhan…”

So that was my deal with God at that time, karena gue tau Tuhan ga bilang kalo gue harus stop doain G hehehehhhehe. Seperti kata si Pastor tua, that I have to be bertekun dalam doa, jadi ya gue janji gue tetep doain. But datelinenya setaon from that moment. HAEUhAUEhAUHEae. Me and my human mind… :P

And then… and then, besoknya pas gue ngecek email, gue dapet this online devotional!

“Trusting God’s Timing”

When are you going to bring me a mate?  God, when is my business going to take off?  When are my dreams going to come to pass?

You can relax knowing that God is in control, and at the perfect time He is going to make it happen.  The scripture says, The vision is for appointed time.  Though it tarry wait earnestly for it, for it will come to pass.”   “Appointed Time”.

But whenever it is you can rest assured that it will be in God’s perfect timing.

It’s not going to be one second late.  At exactly the right time, God is going to bring the perfect person into your life, and he or she will not be one second late.

Be patient, It’s not the right time.

Simply remain faithful and keep doing the best you can.

Consider the possibility; you may be ready for what God has for you, but somebody else who is going to be involved is not ready yet.

Just stay in an attitude of faith and learn to trust His timing.

Don’t get in a hurry or try to force things.

To live your best life now, you must learn to trust God’s timing.

Learn to trust His timing.  Don’t go in a hurry; don’t grow impatient; don’t try to force doors to open.  Don’t try to make things happen in your own strength.  Let God do it His way.

The sad truth is, if you push hard enough, and if you’re so stubborn that you must have things your way, God will sometimes allow you to undertake a project without His blessing or at the wrong time.  The problem with that,of course, is when you start something in your own strength andin you’re own timing, you’re going to have to finish it and maintain it in your own strength.  When you let God start something, He’ll finish it for you.  He’ll provide everythng you need.

When we try to force open doors and make things happen in our own strength, the end result is a constant strain on us and a drain on our resources.  Life becomes a constant struggle.  Nearly all joy, peace, and victory dwindle from your existence.  That is not a place of contentment and satisfaction.

Be careful! If God isn’t in what you are doing, you need to make a change.  Here is where many people miss God’s favor.  They know God has spoken to them; He has placed a dream within their hearts.  But they then set about trying to fulfill God’s plan on their own.  We must be aware that if we get out of God’s timing, it’s the same as getting out of God’s will.  We need to be patient and let God bring His plan together at the appointed time.

But when it’s God timing, it doesn’t matter what the surrounding circumstances look like.  It doesn’t matter what people are telling you.  If God says it’s time, then He will bring it to pass.

Understand, when you get out of God’s timing, you are stepping out of His favor. When you step out of His favor, you are operating on your own in the dark.  I’m not saying that when we do something for God we’re not going to have adversity.  But fighting the good fight of faith outside God’s timing can leave you constantly struggling, never having anything go your way, never having any joy.  On the other hand when you’re in God’s timing, you can be in the midst of the biggest challenge of your life, and you’ll still be filled with joy.  God will give you all the grace you need.  If you will learn to trust His timing, He’s promised that at the right time, He will bring your dreams to pass and answer your prayers.  The answer will come, and it will be right on time..

GILA! Gimana gue ga kagettttt banget dapet itu besoknya!!! Bisa PASSSSS BANGETTTT!!! Apalagi yg gue merah2in AHEuAHEuAHEuAHE. So, gue tau Tuhan lagi nguatin gue to keep praying faithfully about G. :D

When I came back to Spore and told ci Mar about the ‘setaon thing’, she said… “setaon?  ga bakalan selama itu. Things will happen before that… “

And this was in February 2007….

(Bersambung) :P *dah panjang nih soalnya hehehe*

Part 3 is here


family1.gif

Quote of the week

We are not human beings having spiritual experience. We are spiritual beings having human experience.

Archives

Receive Blog Updates!

Add to Technorati Favorites
Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 81 other followers